ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Sejarah dan Tujuan Pramuka

4 min read

Tujuan Kegiatan dan Sejarah Pramuka Indonesia serta Dunia

Pramuka adalah sebutan bagi para anggota gerakan pramuka yang meliputi siaga, penggalang, penega dan pandega. Kelompok anggota yang lain ialah pembina pramuka, andalana, pelatih, pamong saka, staf kwartir dan majelis pembimbing. Seorang pramuka harus sudah dilantik menjadi anggota pramuka dengan mengucapkan janji (satya) pramuka.

Jadi kesimpulan atau garis besar yang bisa disimpulkan bahwa kepramukaan adalah sebuah sistem pendidikan dan gerakan pramuka merupakan organisasi yang melaksanakan sistem tersebut (kepramukaan). Dan pramuka juga mengandung  sebagai anggota dari gerakan pramuka. Jadi pengertian antara kepramukaan, gerakan prmauka dan pramuka mempunyai pengertian yang berbeda namun saling terkait.

Tujuan Kegiatan dan Sejarah Pramuka Indonesia serta Dunia

A. Sejarah Pramuka Indonesia

Sejarah gerakan pramuka di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1912. Awal mula kepramukaan Indonesia adalah didirikannya organisasi Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) bentukan Belanda. Kemudian pada tahun 1916, organisasi tersebut berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV).

Pada tahun 1916, dibentuklah organisasi kepemudaan bentukan bangsa Indonesia bernama Javaansche Padviders Organisatie yang diprakarsai oleh S.P. Mangkunegara VII. Setelah terjadi peristiwa Sumpah Pemuda, kian banyak organisasi kepanduan yang dibentuk, baik bernafaskan nasionalis atau keagamaan, beberapa di antaranya adalah :

  • Padvinder Muhammadiyah, kemudian diganti nama menjadi Hizbul Wathan (HW).
  • Nationale Padvinderij yang didirikan Budi Utomo.
  • Syarikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP) yang telah didirikan Syarikat Islam
  • Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) yang telah didirikan oleh Jong Islamieten Bond.
  • Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) yang telah didirikan oleh Pemuda Indonesia

Karena banyaknya organisasi kepanduan Indonesia, akhirnya membentuk Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) pada tanggal 23 Mei 1928, yang mewadahi organisasi-organisasi tersebut. Pada 1930, PAPI melebur yang menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh-tokoh organisasi lain.

PAPI yang telah berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938. Untuk menggalang kesatuan dan persatuan, BPPKI mengadakan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Saat masa penjajahan Jepang, gerakan kepanduan sempat dilarang untuk bediri. Meski begitu semangat para kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya. Barulah usai proklamasi kemerdekaan, tokoh kepanduan Indonesia membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia untuk pembentukan satu wadah organisasi kepanduan di Indonesia.

Diadakanlah Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia, yang kemudian diakui pemerintah sebagai satu-satunya organisasi kepanduan lewat keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada 1 Februari 1947.

Keseluruhan organisasi kepanduan yang ada bernaung pada 3 federasi utama, yakni Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) bagi anggota pandu pria serta PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia) untuk organisasi pandu wanita.

Baru pada tahun 1961, Gerakan Pramuka akhirnya lahir. Hal ini dilatarbelakangi kian banyaknya organisasi kepanduan yang sudah ada. Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka. Tanggal 14 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Pramuka.

B. Sejarah Pramuka Dunia

Sejarah pramuka di dunia sudah dimulai sejak awal abad 20. Baden Powell dikenal sebagai pemrakarsa gerakan dalam kepramukaan di dunia. Pada tanggal 25 Juli 1907, Baden Powell yang telah menjabat sebagai Letnan Jenderal tentara Inggris yang telah mengadakan perkemahan pramuka di Pulau Brown Sea, Inggris.

Pada tahun 1908, Boden Powell menulis buku ‘Scouting for Boys’ tentang prinsip dasar kepramukaan. Peluncuran buku tersebut yang menjadi awal mula lahirnya adanya gerakan pramuka. Sejak itu kian banyak muncul organisasi kepramukaan. Gerakan pramuka tidak hanya dikenali di Inggris saja, namun juga di negara-negara lain di dunia.

Padawalnya gerakan pramuka hanya didominasi oleh laki-laki saja, namun sejak tahun 1912 kemudian muncul organisasi pramuka ‘Girl Guides’ yang telah didirikan dengan bantuan adik perempuan Baden Powell, Agnes. Organisasi kepramukaan perempuan telah dilanjutkan oleh istri Baden Powell.

Organisasi kepramukaan di dunia tetap terus berkembang. Pada tahun 1916, telah berdiri organisasi pramuka usia siaga bernama CUB atau anak serigala, yang telah dilengkapi dengan buku panduan kegiatan merujuk pada buku The Jungle Book. Di tahun 1918, Powell juga mendirikan ‘Rover Scout’ untuk kelompok para remaja usia 17 tahun.

Pada tahun 1922, Baden Powell menerbitkan buku ‘Rovering to Success’ atau ‘Mengembara Menuju Sukses’. Buku tersebut menceritakan seorang pemuda yang terus mengayuh sampan hingga akhirnya menuju pantai bahagia. Buku tersebut kian menginspirasi banyak orang dan terusberkembang gerakan kepramukaan di dunia saat itu.

Pada 30 Juli sampai 8 Agustus 1920, dan untuk pertama kalinya sudah diadakan Jambore Dunia. Dan kegiatan ini pertama diadakan di Olympia Hall, Lndon, dengan dihadiri sekitar 8000 anggota pramuka dari 34 negara yang telah hadir. Di acara itu, Baden Powell telah dinobatkan sebagai Chief Scout of the World atau Bapak Pandu Sedunia.

Apa Saja Kegiatan Pramuka

1. Keterampilan Tali Temali

Keterampilan Tali Temali dapat digunakan dalam berbagai keperluan kegiatan, diantaranya membuat tandu, memasang tenda, membuat tiang jemuran, dan tiang bendera. Setiap anggota gerakan pramuka diharapkan mampu untuk  membuat dan menggunakan talitemali dengan baik.

2. Pertolongan Pertama Gawat Garurat (PPGD)

Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) merupakan suatu kegiatan yang memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau orang sakit. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah bahwa tindakan ini hanya tindakan pertolongan sementara. Langkah berikutnya tetap harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

3. Ketangkasan Pionering

Kegiatan ketangkasan pionering merupakan kegiatan yang sudah biasa dalam kegiatan kepramukaan. Kegiatan itu meliputi membuat gapura, menara pandang, membuat tiang bendera, membuat jembatan tali goyang, meniti dengan satu atau dua tali.

4. Keterampilan Morse dan Semaphore

Kedua keterampilan ini merupakan bahasa sandi dalam kegiatan kepramukaan. Perbedaan keduanya adalah terletak pada penggunaan media. Morse menggunakan media peluit, senter, bendera, dan pijatan. Semaphore menggunakan media bendera kecil yang berukuran 45 cm X 45 cm. Keterampilan ini perlu dimiliki Oleh setiap anggota gerakan pramuka agar dalam kondisi darurat mereka tetap dapat menyampaikan pesan.

5. Keterampilan Membaca Sandi Pramuka

Keterampilan ini sangat diperlukan dalam kegiatan penyampaian pesan rahasia dengan menggunakan kunci yang telah disepakati. Seorang pramuka harus dapat dipercaya untuk dapat melakukan segala hal termasuk penyampaian dan penerimaan pesan-pesan rahasia. Dalam menyampaikan pesan rahasia ini diperlukan kode-kode tertentu yang dapat ditemukan oleh regu masing-masing. Sandi dalam pramuka antara lain sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka.

6. Penjelajahan dengan Tanda Jejak

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk latihan berpetualang. Anggota gerakan pramuka harus terbiasa dengan alam bebas. Di alam bebas tidak terdapat rambu rambu secara jelas sebagaimana di jalan raya. Maka dari itu, seorang anggota gerakan pramuka harus dapat memanfaatkan fasilitas alam yang telah tersedia sebagai petunjuk arah dan atau tanda bahaya kepada teman kelompoknya.

7. Kegiatan Pengembaraan

Kegiatan pengembaraan ini bukan sekedar jalan-jalan di alam bebas atau rekreasi bersama melainkan melakukan perjalanan dengan berbagai rintangan yang perlu diperhitungkan agar tujuan kita dapat dicapai semua. Hal ini dengan sendirinya juga mendidik generasi muda bahwa untuk dapat mencapai cita-cita itu banyak rintangan dan sangat memerlukan perjuangan yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan di alam bebas dengan berbagai rintangan merupakan pendidikan yang menantang dan menyenangkan.

8. Keterampilan Baris-Berbaris (KBB)

Di lingkungan gerakan dalam pramuka, peraturan baris-berbaris juga disebut dengan keterampilan baris-berbaris. Kegiatan ini merupakan keterampilan untuk melaksanakan perintah atau instruksi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan fisik. Keterampilan Baris-berbaris ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, keserasian, dan seni dalam berbaris tiap anggota.

9. Keterampilan Menentukan Arah

Keterampilan ini merupakan suatu upaya bagi anggota gerakan pramuka untuk mengetahui arah yang akan mereka lewati. Dalam penentuan arah yang dapat digunakan kompas, dan benda yang ada di alam sekitar, misalnya: kompas sederhana (silet, magnet, dan air) bintang, pohon, dan matahari. Hal ini sangat penting apabila anggota gerakan pramuka itu tersesat di alam bebas ketika melakukan pengembaraan bisa menggunakan alat tersebut.

10. Internalisasi Nilai-nilai Karakter

  1. Intervensi
  2. PemberianKeteladanan
  3. Habituasi/Pembiasaan
  4. Mentoring/pendampingan
  5. Penguatan
  6. Keterlibatan Berbagai Pihak

C. Tujuan Pramuka adalah

Gerakan pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya. Gerakan ini terwujud dalam:

Membentuk Kepribadian dan akhlak mulia kaum muda.

Menanaman semangat kebangsaan, cinta tanah ait dan bela negara bagi kaum muda.

Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *