ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Sejarah Bahasa Indonesia

4 min read

Sejarah Bahasa Indonesia dan Perkembangannya

Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa dari sabang sampai ujung merauke. Sejarah bahasa Indonesia juga tak lepas dari akulturasi kebudayaan dan kebiasaan masyarakat dan kedudukan bahasa indonesia yang menjadi simbol kenegaraan. Bahasa indonesia juga menjadi bahasa pengantar dari banyaknya bahasa daerah di Indonesia.

Bahasa adalah identitas suatu bangsa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan bangsa lain. Dimana setiap bangsa memiliki bahasa yang berbeda-beda dengan ciri khas dan asal-usul masing-masing. Apakah begitu juga dengan bahasa Indonesia?

A. Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah bahasa Indonesia sendiri tidak lepas dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia sangat dinamis, sehingga menghasilkan kosakata baru dari penciptaan dan penyerapan bahasa daerah maupun asing.

Salah satu bahasa yang datang dari luar adalah bahasa Inggris. Dimana bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan sebagai komunikasi antar bangsa. Sehingga tidak heran, banyak orang yang belajar untuk menguasai bahasa Inggris.

Hal ini bertujuan agar mereka tidak buta akan informasi yang ada di dunia. Meskipun mempelajari bahasa Inggris penting, akan lebih baik jika kita sebagai warga Negara Indonesia tetap menjaga, melestarikan dan membudayakan bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Dimana pada tanggal tersebut, para pemuda dari seluruh pelosok Nusantara berkumpul dan berikrar Sumpah Pemuda dengan isi :

  1. Bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
  2. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan
  3. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Dengan Sumpah Pemuda itulah, bahasa Indonesia kemudian dikukuhkan menjadi bahasa nasional. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, bahasa Indonesia menjadi bahasa negara dan terkandung dalam UUD 1945 Bab XV, Pasal 36.

Sejarah Bahasa Indonesia dan Perkembangannya

B. Perkembangan Bahasa Indonesia di Nusantara

Sejarah Bahasa Indonesia sangat erat kaitannya dengan sejarah bahasa Melayu. Sejak dulu, bahasa Melayu merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa perantara atau pergaulan. Sehingga dasar bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Awal mulanya adalah ketika kerajaan Sriwijaya maju ke wilayah Asia Tenggara menggunakan bahasa Melayu Kuno sebagai bahasa perantara dengan kerajaan lain.

Bahasa Indonesia adalah salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional yang mengalami perjalanan sejarah yang cukup panjang. Perjalanan yang telah  ditempuh oleh bahasa indonesia tak terpisahkan dengan perjalanan yang ditempuh oleh bangsa Indonesia untuk merdeka.

sejarah perkembangan bahasa indonesia dapat ditinjau dari masa sebelum Indonesia merdeka dan masa sesudah merdeka.  Peristiwa yang sangat bersejarah yang monumental bagi bangsa dan bahasa indonesia adalah diikrarkannya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta. Ikrar sumpah pemuda yang terdiri dari tiga butir yang diantaranya berbunyi

“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia”.

Hal ini membuktikan bahwa adanya kebulatan tekad untuk menjunjung tinggi bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan. Perkembangan bahasa Indonesia terus berjalan termasuk pada masa reformasinya. Hal ini ditandai dengan munculnya bahasa pers atau bahkan bahasa media massa yang dapat anda lihat melalui :

NOCONTOH PERKEMBAGAN BAHASA INDONESIA
1Bentuk dari jumlah kata singkatan yang meningkat dan terus bertambah
2Penggunaan dari istilah atau bahasa asing yang juga terdapat dalam surat kabar dengan jumlah yang semakin banyak

Karena melalui media tersebut lah masyarakat mulai diperkenalkan dengan beragam istilah, kemudian ungkapan, penggunaan kata-kata baru seperti halnya rekonsiliasi, hujat, konspirasi, kroni, provokator, arogan, proaktif, KKN dan juga beragam istilah serta kata-kata lainnya yang sebelum itu tidak atau bahkan jarang digunakan.

C. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.

Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dibuat merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, dan global.

1. Standar Kompetensi Mapel Bahasa Indonesia

Yang telah berstandar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Depdiknas (2006:317) ini diharapkan:

  • Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri
  • Guru dapat memusatkan lebih perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa indonesia peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
  • Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan  dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
  • Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan yang ada di sekolah;
  • Sekolah dapat mandiri menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;
  • Daerah yang dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah masing-masing dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

2. Tujuan Pengadaan Pelajaran Bahasa Indonesia

Tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia di dalam Sekolah Dasar Dalam Depdiknas (2006) sebagai berikut yaitu:

  • Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
  • Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa bangsa.
  • Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan mereka.
  • Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, dan kematangan emosional dan sosial.
  • Menikmati dan memenfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual  sebagai warga Indonesia.

Sedangkan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar untuk aspek menulis adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, prafase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.

Jadi menurut penulis berdasarkan uraian pendapat di atas mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan ilmu pengetahuan yang harus diampuh oleh peserta didik untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan-keterampilan berbahasa. dengan adanya mata pelajaran Bahasa Indonesia peserta didik dapat mencintai, menghargai, dan melestarikan bahasa terutama bahasa Indonesia.

D. Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indoneisa dibagi menjadi dua, yaitu dari segi Bahasa Nasional dan Bahasa Negara, berikut penjelasannya.

1. Kedudukan Bahasa Indonesia Dari Segi Bahasa Nasional

a. Bahasa Indonesia Sebagai Lambang Kebanggaan Nasional

Bahasa Indonesia selaku lambang kebanggaan nasional yang  memiliki nilai-nilai budaya luhur dan sosial. Nilai-nilai ini pula yang dijadikan cermin bangsa, sehingga semestinya warga Indonesia bersedia menjunjung tinggi dan mempertahankannya. Dalam hal ini, pemakaian bahasa Indonesia di berbagai lingkungan dan keinginan mempelajarinya menjadi langkah-langkah yang dapat dilakukan.

b. Sebagai Lambang Identitas Nasional

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam bentuk lisan maupun tulisan agar dapat dijadikan sebagai identitas. Terutama saat Anda sedang berada di negara lain. Selain itu, pemakaian bahasa Indonesia yang tepat secara tak langsung akan memperlihatkan watak, karakter, dan kepribadian warga Indonesia di mata bangsa asing.

c. Sebagai Bahasa Persatuan

Bahasa Indonesia memang cukup panjang dan dalam keadaan yang lain, bahasa ini digunakan sebagai pemersatu bangsa. Bahkan fungsi ini masih dijalankan sampai sekarang mengingat Indonesia dikenal sebagai salah satu negara multikultural

d. Sebagai Alat Penghubung Antarbudaya

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, bahasa Indonesia mampu meleburkan perbedaan di antara  berbagai daerah. Bahasa Indonesia memudahkan banyak pihak untuk berkomunikasi, entah itu dari sektor warga di pedesaan hingga yang tertinggi di pemerintahan.

2. Kedudukan Bahasa Indonesia dari Segi Bahasa Negara

a. Sebagai Bahasa Resmi Kenegaraan

Fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sudah tertuang ke dalam naskah proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setelah pembacaan proklamasi, secara otomatis bahasa Indonesia wajib digunakan dalam sejumlah aspek kenegaraan seperti upacara hingga peristiwa penting.

b. Sebagai Alat Pengantar di Dunia Pendidikan

Pemakaian bahasa Indonesia di sekolah juga termasuk dalam fungsi dan kedudukan berdasarkan bahasa kenegaraan. Penggunaannya diterapkan dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA. Hal ini juga mencakup bahasa pengantar yang dipakai para guru dan buku-buku cetak yang memuat materi belajar-mengajar.

c. Sebagai Alat Penghubung di Tingkat Nasional

Pemahaman bahasa Indonesia di tingkat tertinggi juga sangat krusial, sebab bahasa ini digunakan sebagai alat penghubung. Sebut saja untuk tata cara perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan nasional.

d. Sebagai Pengembangan Kebudayaan, Ilmu dan Teknologi

Ilmu dan Teknologi atau IPTEK adalah hal penting yang harus terus dikembangkan dan disampaikan. Dalam hal ini, bahasa jelas jadi alat krusial yang akan membantu penyaluran ilmu pengetahuan.

Semoga artikel sejarah Bahasa Indonesia diatas dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kalian semua. Jangan pernah mencoba untuk meluoakan sejarah karena dengan sejarah kita ada untuk saat ini sekarang.,

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *