ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Rumah Adat Papua + Keunikan Papua

8 min read

√ 4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Di indonesia terdapat 34 provinsi, salah satunya adalah Papua. Kalian pasti tau kan Papua? Mereka mempunyai beragam jenis tarian, pakaian dan rumah adat Papua.

Yaa, Provinsi yang ada di Indonesia Timur, walaupun disana itu belum banyak penduduknya dan bahkan sulit untuk dijangkau disana banyak beranekaragam kebudayaan yang kalian belum tau, ayoo kita cari tau tentang Papua lebih dalam, simak terus artikel ini yaa!

Semua daerah di Indonesia memiliki ciri khas dan kebudayaannya masing-masing. Dari Sabang sampai Merauke mereka mempunyai budaya yang beragam, mulai rumah adat, alat musik tradisional, pakaian dan tarian.

Papua merupakan provinsi di Indonesia yang letaknya di ujung timur dengan wilayah luas dibanding denganprovinsi lain yang dulu bernama Irian Barat pada tahun 1969 hingga 1973.

Sesudah itu, namanya diganti kembali menjadi Irian Jaya hingga tahun 2002 dan baru baru berubah menjadi Papua dengan dikeluarkannya UU No. 21 / 2001 Otonomi Khusus Papau.

Papua tidak hanya memiliki sumber kearifan lokal dari beberapa suku seperti Agats, Asmar, Mandacan, Ayamaru dan beberapa suku yang lain. Namun Papua juga memiliki beberapa rumah adat yang memiliki keunikan dan makna dari setiap rumah adat yang mereka miliki disetiap daerah.

Salah satu keunikan Papua adalah bentuk rumah adat yang tidak umum seperti di daerah nusantara pada penyerbarannya.

√ 4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Berikut Daftar 4 Jenis Rumah Adat Papua :

1. Rumah Adat Honai Papua

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Honai merupakan salahsatu rumah adat Papua lelih tetapnya merupakan rumah adat suku Dani di lembah dan pegunungan provinsi Papua.

Bangunan ini terbuat dari kayu dengan atap yang berbentuk kerucut terbuat dari jerami. Rumah honai inin dibangun dengan ruang yang terbilang sempit dan tidak dilengkapi jendela yang memiliki tujuan untuk menahan dingin di pegunungan Papua.

Rumah adat Papua ini hanya memiliki tinggi 2.5 meter dan bagian tengah rumah dibuat seperti lingkaran untuk membuat api sebagai penghangat tubuh. Bangunan ini banyak ditemukan di lembah dan pegunungan Pulau Papua Khususnya yang Jayawijaya keetinggian 2.500 meter di atas permukaan laut.

Untuk itulah, masyarakat Papau membuat rumah cukup rendah dengan satu pintu dan tanpa jendela agar udara dingin dari luar tidak masuk ke dalam sekaligus untuk berlindung dari hewanliar.

Bagian atap rumah adat Papua in berbentuk kerucut dan terbuat dari jerami dengan fungsi untuk melindungi dinding dari air hujan sekaligus mengurangi udara dingin yang masuk ke dalam rumah. Rumah adat Papua ini memiliki dua lantai dengan kegunaanya masing-masing.

Untuk lantai pertama berguna sebagai tempat tidur, sedangkan untuk area lantai digunakan untuk istirahat, makan juga berkumpul bersama keluarga. Sementara untuk penerangan pada malam hari memakai kayu yang dibakar dibagian tengah rumah.

Selain berfungsi sebagai penerangan, panas dari api juga berguna untuk menghangat tubuh. Jika pada rumah modern memakai kasur untuk, maka penduduk Papua memakai rumput kering sebagai alas tidur yang terdiri dari tiga ruangan yakni honai untuk laku laku, ebei untuk wanita dan wamai untuk kandang babi. Adapun Fungsi Rumah Honai sebagai berikut:

no Fungsi Rumah Honai
1 . Tempat menyimpan berbagai alat perang dan berburu hewan .
2. Tempat mengajarkan anak laki-laki agar bisa menjadi pria dewasa yang kuat sehingga bisa bermanfaat bagi suku.
3. Merencanakan strategi perang jika memang sedang terjadi perang.
4. Untuk menyimpan barang untuk simbol dari adat suku yang menjadi warisan turun temurun

2. Rumah adat Papua Kariwari

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Rumah adat kariwari adalah rumah adat suku Tobati enggros yang tinggal di sekitar Danau Sentani Kabupaten  Jayapura,Papua. Rumah adat Papua ini dibangun khusus untuk anak laki-laki yang berusia 12 tahun.

Anak laki-laki nantinya akan dikumpulkan dan dididik untuk mengenal sekaligus belajar mencari penghidupan dengan tujuan supaya bisa menjadi orang dewasa yang kuat,terampil dan juga pintar seperti membuat perisai ,perahu, memahat,bercocok taman dan mengajarkan teknik berperang.

Menurut penduduk setempat, sejarah rumah adat Papua ini memiliki makna yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat yakni mendekatkan diri pada roh leluhur.

Rumah adat Kariwari terbuat dari kulit kayu sebagai lantai,bumbu yang dibelah dan disusun sebagai dinding dan atap memakai daun sagu yang disusun rapi. Bangunan ini memiliki 8 buah kayu utuh sebagai kerangka yang disambung memakai tali,dan kayu yang dipakai adalah kayu besi.

Batang kayu utuh berfungsi untuk menjaga keseimbangan bangunan sekaligus menahan atap bangunan agar tidak terlepas. Sedangkan, diantara 8 struktur bangunan dibawah kayu digunakan untuk menyimpan hasil kerajinan serta alat berperang.

Tata Ruang Rumah Adat Kariwari

no Tata Ruang
1. Memiliki tinggi antara 20-30 meter
2. Memiliki diameter lingkaran bangunan anatara 8-12 meter yang dibagi dalam 3 ruang.
3. Ruang paling bawah digunakan untuk tempat belajar anak laki-laki.
4. Lantai tengah digunakan untuk tempat tidur dan pertemuan para ketua suku.
5. Dan lantai paling atas untuk tempat meditasi untuk menambah semangat daya juang,berdoa dan juga emosi.

3. Rumah Adat Papua Rumsram

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Rumah adat Papua ini berbentuk seperti perahu terbalik,sebab mata pencaharian kehidupan penduduk di bibir pantai ini memakai perahu untuk mencari ikan laut.

Bahan bangunan rumah adat ini dibuat dari alam,seperti kulit kayu,bumbu air,dan juga daun sagu. Seperti rumah adat kawirari,dinding rumah adat Papua Timur ini juga terbuat dari bambu untuk dinding, kulit kayu untuk lantai dan daun sagu untuk atap dengan 2 pintu yakni depan dan belakang serta beberapa buah jendela.

Tinggi rumah adat rumsram ini mencapai 8 meter dengan 2 buah ruangan dibagian dalam.  Ruang pertama dibuat tanpa dinding sehingga terbuka dan hanya ada kolom bangunan yang terlihat.

Rumah ini dipakai untuk anak laki-laki suku yang akan diajarkan beberapa keahlian bersifat praktis seperti membuat perisai,memahat,membuat perahu dan segala keahlian lain yang bisa berguna untuk kehidupan mereka dimasa yang akan datang.

4. Rumah Adat Papua Ebai / Ebei

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Rumah adat Papua bernama Ebai berasal dari ebe yang berarti tubuh dan ai yang berarti rumah sebab perempuan merupakan tempat tinggal kehidupan.

Rumah adat Papua ini umumnya digunakan untuk mendidik anak perempuan yang diajarkan para ibu dan berguna ketika sudah menikah nanti. Rumah ebai ini juga dijadikan tempattinggal para ibu, anak perempuan serta anak laki-laki.

Namun, untuk anak laki laki yang sudah beranjak dewasa akan pindah ke Honai. Rumah ebai ini terlihat seperti honai akan tetapi ukurannya lebih pendek dan lebih kecil yang berada dibagian samping kanan atau kiri honai serta honai serta pintu yang tidak sejajar dengan pintu utama.

 Pakaian Adat Papua

 Pakaian adat Papua memiliki beberapa nama atau jenis sesuai dengan pemakainya. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan berikut ini :

a. Koteka, Pakaian Adat Laki Laki

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Jika pada umumnya, seorang laki-laki menggunaka baju dan celana yang rapi dan tertutup namun tidak dengan laki laki di Papua. Mereka tidak mengenakan baju sama sekali sehingga terlihat seperti telanjang.

Meski demikian mereka tetap mengenakan pakaian yag menutupi bagian laki-laki mereka denga pakaian adat Papua yang disebut koteka. Koteka digunakan untuk menutupi bagian kemaluan laki laki atau alat vital. Kata koteka mempunyai arti pakaian dan nama ini digunakan oleh suku di Pantai.

Uniknya, nama pakian koteka memiliki banyak sekali keragaman sesuai dengan sukunya. Misalnya suku di pegunungan Jayawijaya menyebut koteja dengan nama holim aau horim.

Pakaian adat koteka terbuat dari buah labu air tua yang dikeringkan lalu dibuang bagian dalamnya (biji dan daging buah). Proses pengeringan labu air tua ini dimaksudkan agar tidak cepat membusuk sehingga dapat digunakan sebagai bahan kotekan.

Mereka memilih buah labu air tua karena buah tersebut memiliki tekstur yang lebih keras sehingga lebih awet dibandingkan labu air muda. Namun tidak hanya itu, koteka juga bervariasi. Ada yang memakai koteka panjang untuk orang Yali dan dua koteka untuk orang Tiom.

Koteka memiliki bentuk selongsong yang memanjang dibagian depannya dan dikaitkan dipinggang sampai mengarah ke atas. Selain itu, ukuran koteka sangat bervariasi. Semakin tinggi kedudukan seorang laki-laki terhadap adatnya adatnya maka semakin besar ukuran koteka yang mereka kenakan.

Mereka menggunakan koteka dalam sehari-hari tidak hanya pada acara-acara tertentu saja. Meski begitu terdapat beberapa perbedaan didalam nya :

1. Koteka yang dikenakan saat acara adat memiliki ukuran yang lebih panjang dengan ukiran etnik khas Papua
2. Koteka yang digunakan untuk sehari hari atau saat bekerja memiliki ukuran yang lebih pendek dengan desain yang lebih sederhana

b. Rok Rumbai, Pakaian Adat Perempuan

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Rok rumbai ini merupakan pakaian adat papua perempuan yang berupa rok dan terbuat dari susunan daun sagu kering dan digunakan untuk menutupi sebagai tubuh bawah.

Namun, pada kenyataannya, rok rumbai tidak hanya dipakai oleh perempuan saja,melainkan dipakai pula oleh laki laki pada acara-acara tertentu. Sama halnya dengan pakaian adat laki-laki, perempuan Papua juga tidak mengenakan pakaian atas.

Meskipun demikian, mereka membuat tato atau lukisan yang akan menyamarkan tubuh bagian atas. Motif-motifnya pun beragam dengan ciri khas Papua mengenai lingkungan flora dan fauna.

Penggunakaan rok rumbai belum lengkap jika tidak menggunakan aksesoris yang tepat. Mereka membuat hiasan kepala menggunakan bahan ijuk,bulu burung kasuari dan juga daun sagu kering. Sehingga mereka akan terlihat menawan ketika dipandang.

c. Sali Pakaian Adat Perempuan Lajang

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Perempuan Papua memiliki pakaian adat yang berbeda anatara yang sudah menikah dengan mereka yang masih lajang. Bagi perempuan lajang Papua mereka mengenakan pakaian khusus yang menarik.

Pakaian adat ini dinamakan Sali. Pakaian ini terbuat dari kulit pohon. Namun, warna yang dihasilkan dari kulit pohon ini harus berwarna coklat, dikarenakan Sali hanya untuk perempuan yang masih lajang maka mereka yang sudah menikah dianggap tidak layak mengenekan pakaian ini.

d. Yokal Pakaian Adat Pedalaman

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Yokal merupakan pakaian adat yanghanya ada di daerah Papua Barat dan sekitarnya dan hanya bisa dijumpai di daerah pedalaman Papua.

Pakaian ini hanya boleh digunakan oleh perempuan yang sudah memiliki keluarga. Yokal memiliki warna coklat sedikit kemerahan. Bahkan baju ini juga merupakan simbol masyarakat Papua yang dekan dengan alam,sehingga jangan heran jika baju ini tidak boleh diperjualbelikan.

Aksesoris pada pakaian Adat Papua

Selain pakaian adat, erdapat pula aksesoris yang digunakan sebagai pelengkap sehingga dapat mempercantik masyarakat Papua. Berikut sejumlah aksesoris yang terdapat pada pakaian adat Papua ini :

No. Nama Aksesoris
1. Gigi Anjing dan Taring Babi : Gigi anjing digunakan sebagai kalung sedangkan taring babi dilekatkan pada antar lubang hidung.
2. Hiasan Rumbai pada kepala : untuk menghias kepala. Hiasan ini berbentuk menyerupai mahkota, dan dibuat dari bulu burung kasuari dan buru yang berwarna putih dari bulu kelinci
3. Tas Noken. Merupakan tas yang dubuat dari bahan anyaman kulit kayu, kegunaan tas ini untuk menyimpan buah,umbi-umbian,sayur-sayuran dan hasil buruan seperti burung,kelinci dan tikus.

Tarian tradisional Papua

               Tarian tradisional Papua terbagi berbagai macam yaitu :

a. Tari Musyoh

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Tari musyoh ini merupakan salah satu tarian sakral asal Papua, dan tarian ini diadakan jika ada sanak saudara ataupun warga yang mengalami kecelakaan maut dan diperkirakan arwahnya tidak tenang.

Tarian ini mencerminkan masyarakat Papua yang lincah dan energik,dan biasanya penarinya terdiri dari sekelompok penari pria. Menurut budayanya, tarian ini dapat bermanfaat untuk mengusir arwahnya gentayangan.

Kostum yang digunakan pada tarian ini adalah pakaian adat Papua yang terdiri dari Koteka. Rok rumbai dan peralatan perang seperti tameng dan tombak pada tangan, sedangkan alat musik yang digunakan adalah tifa.

b. Tari Sajojo

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Tari Sajojo dibuat untuk mencerminkan budaya warga Papua yang gemar bersosial dan bergaul. Tarian ini dapat ditarikan dengan jumlah penari yang sangat banyak, tidak terpatok dengan jenis kelamin dan dapat ditarikan oleh anak muda ataupun tua. 

Mengapa dinamakan Sajojo ?

Karena musik yang digunakan untuk mengisi tarian ini adalah lagu Sajojo diulang terus menerus. Seperti poco-poco selalu itu-itu saja yang dilantunkan.

Sejarah singkatnya, tarian ini menceritakan seorang bunga desa yang banyak diidolakan dikampungnya. Karenanya, tarian ini masih menjadi dilestarikan hingga sekarang dan menjadi tarian yang dicari wisatawan asing. Kostum yang digunakan adalah kostum adat Papua.

c. Tari Yospan

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Tari Yospan adalah salah satu tarian tradisional asal Papua yang bisa dikatakan satu kategori dengan Tari Sajojo, dimana tarian ini menandakan pergaulan masyarakat Papua.

Hal ini terlihat dengan gerakannya yang sangat energik. Tarian ini biasa digunakan bila ada acara-acara besar seperti upacara adat,acara seni budaya,dan upacara penyambutan.

Sejarah tercipptanya gerakan  Tari Yospan adalah hasil dari penggabungan Tari Pancar dan Tari Yosim. Gerakannya seperti loncat-loncat ,jalan-jalan,memutar dan sebagainya terinspirasi dari pertunjukan akrobat pesawat terbang saat Zaman penjajahan Belanda.

Tarian ini tidak terpatok pada jumlah penari, sering ditarikan secara masal dan beramai-ramai. Musik yang digunakanadalah musik tradisional Papua.

d. Tari Selamat Datang

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Tari ini dinamakan tari selamat datang karena digunakan untuk menyambut kedatangan tamu besar atau tamu kehormatan di Papua. Penarinya tidak melulu diutamakan harus laki-laki, terkadang ada juga perempuan.

Tarian ini menjadi salah satu tarian kebanggaan daerah sana. Karena memiliki gerakan yang enerjik yang mengandung nilai-nilai estetika didalamnya.

Tidak ada yang mengetahui betul apa sebenarnya sejarah yang menciptakan tarian ini, namun konon tarian ini sudah lama digunakan oleh masyarakat Papua. Kostum yang digunakan adalah kostum adat Papua, dilengkapi beberapa atribut masyarakat seperti senjata. Alat musik yang digunakan adalah tifa.

e. Tari Perang

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Tari perang merupakan salah satu tarian tradisional Papua. Tarian ini memiliki makna jiwa kepahlawanan masyarakat Papua.Tarian ini menunjukan jiwa seseorang yang gagah perkasa.

Maka biasanya diperankan oleh laki laki dengan pakaian adat tradisional beserta perlengkapan perang. Sejarah singkatnya, diambil dari kisah zaman dulu yang sering terjadi peperangan antar suku Setani dan suku-suku lainnya.

Tarian ini di buat untuk memberi semangat para pasukan Papua. Dan sekarang, tarian ini hanya menjadi simbolik untuk menghargai para leluhur yang telah mati-matian melindungi daerah Papua.

Biasanya tarian ini diperagakan oleh minimal 7 orang ataupun lebih. Musik yang digunakn dalamtarian ini adalah kerang,tifa,dan gendang. Tariannya cukup energik dan menampilkan beberapa gerakan perang, antara lain memanah,loncat, dan mengintip musuh,dan lain-lain.

f. Tari Suanggi

4+ Jenis Rumah Adat Papua + Tarian dan Pakaian Adat

Tari Suanggi adalah salah satu tarian dari Papua Barat, sejarah singkatnya tarian ini menceritakan tentang suami yang ditinggal mati oleh istrinya.

Konon tarian tradisional yang satu ini sangat bernuansa magis karena seperti ritual. Arti nama “ Suanggi” mengandung arti roh jahat. Konon roh tersebut memiliki janji nyang belum ditebus semasa ia hidup,dan ketika mati ia menjadi roh penasaran.

Roh tersebut akan memasuki jiwa perempuan yang masih hidup dan mecelakakan orang lain. Tidak banyak yang tau mengenai asal-usul tarian tersebut. Hal ini terlihat dari info yang sangat sedikit didapat mengenai tarian ini.

Dan bila kalian melihat gerakan tariannya seperti seorang dukun yang akan menyembuhkan penyakit pasiennya.

Kesejahteraan masyarakat Papua

Tanah Papua sudah menanggung banyak dilema. Meski Freeport mengklaim telah berkontribusi banyak bagi negara , tak nampak benar dampaknya bagi masyarakat setempat.

Berbagai masalah berderet menunggu diselesaikan. Kerusakan lingkungan yang tidak dapat diabaikan, baik pencemaran sungai sampai kerusakan permanen dihutan sekitar lokasi tambang.

Kehidupan masyarakat lokal juga terancam karena PTFI mengusir bahkan menembak jika warga mendekati area pertambangan, sekalipun mereka hanya mencari hasil hutan disana.

Selain itu, sejatinya negara hanya mendapatkan 10% dari keuntungan yang didapatkan oleh PTFI, hal ini karena PTFI melakukan pemurnian dinegara asalnya. Brlum lagi dampak sosial yang ditimbulkan, ketika kesejahteraan hanya dinikmati oleh kalangan elite.

Sementara sebagian besar penduduk tanah ini tetap hidup dalam kemiskinan. Namun pada tahun 2019 negara sudah mendapat 59% dari keuntungan yang didapatkan oleh PTFI.

Semoga saja kawan kita yang berada di Papua akan segera mendapatkan kehidupan yang layak dan berkembangnya ekonomi di Papua.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *