ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Revolusi Industri 4.0 adalah ? Rancangan dan Penyusunan

2 min read

revolusi industri 4

revolusi industri 4Belakangan pemerintah Indonesia menggaungkan wacana revolusi industri 4.0 untuk diterapkan. Namun apa sebenarnya revolusi industri 4.0 ? Adalah otimatisasi dari sistem manual atau konvensional menjadi sistem otomatis. Mengacu pada pekerjaan yang lebih modern sehingga menghasilkan produk dengan lebih cepat dan efisien.

Revolusi industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas” yang mengusung sistem struktur moduler, menggantikan atau mengawasi pekerjaan fisik dengan suatu perangkat otomatis. Bisa dalam bentuk hardware seperti robot, mesin otomatis dan lainya maupun dalam bentuk software seperti artificial intelegent (AI) atau perangkat lunak komputer.

Baca juga :Bosen Kerja di Kantor? Baca Tips Memulai Bisnis Rumahan

Awal Munculnya Revolusi Industri 4.0

Istilah “Industrie 4.0” berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih negara Jerman. Istilah “Industrie 4.0” diangkat kembali di Hannover Fair tahun 2011. Pada Oktober 2012, Working Group on Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. Keanggotaan ini menjadi awal mula pembentukan dan disebut sebagai “Bapak” Industri 4.0

Di Indonesia pemerintah juga telah menyiapkan dan menyusun roadmap industri 4.0 dengan bantuan sejumlah pihak. Dengan adanya roadmap ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global, serta dapat menjadikan Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di 2030.

Prinsip Rancangan Indusri 4.0

Ada empat prinsip rancangan dalam Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario yang harus dilakukan untuk menghadapi Industri 4.0.

Baca juga : Bisnis Online Jadi Anak Emas, 5 Peluang Pekerjaan Baru untuk Anda!!

1. Interoperabilitas (kesesuaian)

Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet untuk segala (IoT) atau Internet untuk khalayak (IoP). Penyesuaian ini berlangsung dengan otomatis sehingga mempercepat pekerjaan industri. Dengan adanya internet peng-otomatisan ini berlangsung dengan baik dan lebih efisien.

Dalam melakukan penyesuaian ini IoT melakukan perubahan besar-besaran. Sehingga bisa menggantikan sistem semi-manual tanpa kehilangan nilai dan efektifitas dalam menghasilkan produk.

2. Transparansi informasi

Kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik (nyata) secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Prinsip ini membutuhkan pengumpulan data sensor mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi.

Sekarang informasi dapat segera menyebar dengan sangat cepat. Bahkan sebelum dapat diaudit bahwa informasi tersebut valid atau tidak. Namun dengan penyebaran informasi yang cepat ini dapat  menghasilakn kondisi yang produktif dan saling memperbaiki sistem yang telah digunakan sebelumnya.

3. Bantuan teknis

Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.

Dengan batuan teknis ini menjadikan pekerjaan manusia lebih mudah dan efisien. Menghindari kecelakan dan tingkat korban fisik yang terjadi. Sehingga akan lebih bisa menghasilkan produktivitas yang stabil dan tanpa resiko yang terlalu tinggi.

Baca juga : 7 Profesi dengan Gaji Pekerjaan dan Penghasilan Terbesar di AS

4. Keputusan mandiri

Kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, tugas tersebut bisa di arahkan ke atasan.

Dengan begitu pekerjaan yang berulang dan membosankan akan diambil alih oleh sistem otomatis. Walaupun masih membutuhkan campur tangan manual, akan tetapi ini hanya membutukan dalam skala yang kecil dan jarang.

Dengan adanya revolusi 4.0 ini menuntut kita untuk selalu berinovasi dan produktif. Menyiapkan moda dan sistem se-otomatis mungkin, sehingga tingkat produktivitas dan pelayanan kualitas menjadi semakin baik dan berkembang. Reed Hasting, CEO Netflix pernah mengatakan bahwa jarang sekali ditemukan perusahaan mati karena bergerak terlalu cepat, namun sebaliknya yang seringkali ditemukan adalah perusahaan mati karena bergerak terlalu lambat.

 

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *