ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Perbedaan Haji dan Umroh

2 min read

perbedaan haji dan umroh

Perbedaan haji dan umroh diantaranya adalah mengenai aspek hukum, pengertian, tata cara pelaksanaan dan lainnya. Walaupun haji dan umroh seringkali kita dengar istilahnya, namun banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan diantara haji dan umroh.

Apakah itu Ibadah Haji? Pengertian haji adalah rukun islam yang ke-enam, dimana hukumnya adalah wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Baik mampu secara lahir maupun batin seseorang yang memeluk agama islam.

Sedangkan umroh adalah ibadah sunnah atau ibadah yang dianjurkan (mazhab imam Maliki dan Hanafi). Jika kita melakukannya maka kita akan mendapatkan pahala, namun jika tidak menunaikannya juga tidak mendapatkan dosa.

Beberapa Aspek Perbedaan Haji dan Umroh

perbedaan haji dan umroh

Walaupun jika kita membahas tentang perbedaan hukum dan pengertian antara haji dan umroh, maka kita akan dihadapkan pada perdebatan pendapat antara mazhab yang satu dengan mazhab yang lainnya.

Namun di Indonesia kita sering merujuk pada ijma ulama yang telah mendiskusikannya. Seringkali masyarakat Indonesia juga menggunakan hukum atau tata cara yang banyak digunakan atau diterapkan.

Berikut tabel perbedaan haji dan umroh

AspekHajiUmroh
HukumWajib bagi yang mampu melaksanakanSunnah muakaddah (Sunnah yang dianjurkan)
WaktuTanggal 9-13 DzulhijjahSepanjang tahun
TempatMekkah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan MadinahSekitar Mekkah saja
Tata CaraLebih kompleks dan banyakLebih Ringkas

1. Hukum Haji dan Umroh

Seperti yang kita ketahui bahwa hukum melaksanakan haji adalah wajib bagi yang mampu. Kemampuan melaksanakan haji bisa saja dari aspek batin maupun lahir. Seperti harta untuk menjalankan dan kemampuan tubuh untuk melaksanakan pula.

Sedangkan hukum umroh adalah sunnah muakaddah atau sunnah yang dianjurkan. Kita akan mendapatkan pahala jika melaksanakan dan tidak mendapatkan dosa jika ditinggalkan. Karena kedua ibadah ini adaah ibadah maliyah atau ibadah yang berhubungan dengan harta, maka hukum menjalannkannya pun sering menuai perdebatan. Karena kategori mampu bagi setiap orang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

2. Waktu Pelaksanaan

Ibadah haji hanya dapat dilaksanakan pada satu kesempatan pada setiap tahunnya. Pelaksanaan ibadah haji dilakukan pada 9-13 Dzulhijjah pada setiap tahunnya oleh seluruh umat islam di seluruh negara secara bersamaan.

Berbeda dengan ibadah umroh yang dapat dilakukan sepanjang tahun disaat kita ingin melaksanakannya. Melaksanakan ibadah umroh juga cenderung lebih mudah karena kita tidak harus antri panjang terlebih dahulu untuk mendapatkan kloter atau kelompok terbangnya.

3. Tempat Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh

Keduanya sama-sama dilaksanakan di makkah, namun ibadah haji juga meliputi madinah dalam rukun pelaksanannya. Rangkaian kegiatan ibadah haji harus mengunjungi Arafah, Muzdalifah dan Mina sementara rangkaian ibadah umroh hanya dilakukan di sekitaran masjid Al-Haram dan Ka’bah saja.

Persamaan dalam kegiatan antara ibadah haji maupun umroh juga harus bertawaf di Kakbah (mengelilingi) dan Sai (lari-lari kecil) di Safa dan Marwah. Oleh karena itu baik ibadah haji maupun ibadah umroh tetap membutuhkan kesiapan fisik yang prima.

4. Tata Cara dan Rukun Haji atau Ibadah Umroh

Tata cara pelaksanaan haji dan umroh pun berbeda. Tata cara pelaksanaan haji lebih kompleks jika dibandingkan dengan umroh. Diawali dengan Bismillah, tata cara haji dibagi menjadi rukun haji dan wajib haji. Rukun haji diantaranya :

  1. Ihram
  2. Wukuf di Arafah
  3. Tawaf
  4. Sa’i
  5. Mencukur rambut

Sedangkan Wajib haji diantaranya :

  • Mabit di Muzdalifah
  • Lempar jumrah aqabah tujuh kali
  • Lempar tiga jumrah di hari tasyriq (11, 12, dan 13 Zulhijjah).
  • Mabit pada malam tasyriq
  • Ihram dari miqat
  • Tawaf wada

Rukun haji adalah bagian inti ibadah haji. Rukun haji menentukan sendiri oleh keabsahan ibadah haji tersebut. Rukun haji tidak dapat digantikan dengan denda atau dam dan ataupun dengan lainnya.

Sedangkan wajib haji tidak akan berpengaruh pada keabsahan haji. Namun bagi orang yang meninggalkannya tanpa uzur terkena dosa atas kelalaiannya dan diwajibkan membayar dam atau denda.

Sedangkan proses pelaksanaan umroh lebih ringkas jika dibandingkan dengan proses pelaksanaan haji. Diantaranya seseorang menunaikan rukun antara lain Ihram, Tawaf, Sya’i, dan Tahalul. Sehinga setiap orang baik menjalankan ibadah haji maupun ibadah umroh harus menyiapkan kondisi tubuh yang sehat dan prima untuk ampu menjalankannya.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *