ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2019 PPh 21

3 min read

penghasilan tidak kena pajak

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah jumlah penghasilan yang tidak dikenai Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Contoh perhitungan Pengaruh nilai gaji atau penghasilan pekerja / karyawan kita bahas dalam artikel ini.

Beberapa perusahaan resmi mereka akan memotong gaji karyawan mereka karena pajak. Begitu banyak jenis dan macam pajak yang harus dibayar oleh anda, seperti pajak kendaraan.

Mungkin beberapa orang akan terlalu asing untuk pembayaran pajak penghasilan mereka. Namun ini adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia untuk melakukannya. Dalam penerapannya ada dua poin yaitu Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan Pajak Penghasilan (PPh).

Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya. Pajak penghasilan bisa diberlakukan progresif, proporsional, atau regresif.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah jumlah penghasilan yang tidak dikenai Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Oleh karenanya, wajib pajak yang penghasilannya sebesar atau di bawah batas PTKP tak perlu membayar pajak penghasilan PTKP.

Sebelum anda kerkewajiban untuk membayar pajak penghasilan, tentu anda harus mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) terlebih dahulu.

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2019

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2019 PPh 21

Berdasarkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Indonesia adalah Rp 54 juta. Jika wajib pajak sudah menikah, terdapat tambahan senilai Rp 4,5 juta.

Sama halnya jika memiliki tambahan tanggungan untuk setiap anggota keluarga sedarah, dikenai tambahan senilai Rp 4,5 juta. Berikut ini tabel jumlah PTKP yang berlaku sejak tahun 2016:

Kode PTKPTahun 2016-2019
TK/0Rp 54.000.000
K/0Rp 58.500.000
K/1Rp 63.000.000
K/2Rp 67.500.000
K/3Rp 72.000.000

Besarnya penghasilan tidak kena pajak berdasarkan ketetapan tarif PTKP 2016 adalah sebagai berikut (jumlah penghasilan per tahun):

  • Rp 54.000.000,- untuk yang belum menikah / kawin
  • Rp. 4.500.000,- tambahan untuk yang sudah menikah
  • Rp. 54.000.000,- untuk istri yang penghasilannya telah digabung dengan penghasilan suami.
  • Rp. 4.500.000,- tambahan untuk setiap tanggungan sedarah dalam garis keturunan lurus asli, serta anak angkat yang ditanggung sepenuhnya ( hitungan maksimal 3 orang).

Pengaruh PTKP pada perhitungan pajak penghasilan (PPh) terhadap besaran gaji anda

Walaupun tidak terkena PPh, namun wajib pajak tetap harus lapor pajak
Dengan tarif di atas, anda sudah dapat mengira-ngira apakah gaji yang anda terima saat ini terkena PPh atau tidak.

Contohnya, batas PTKP untuk anda yang belum menikah sebesar Rp 54.000.000 per tahun, atau Rp 4.500.000 per bulan. Jika gaji bulanan anda di bawah atau sama dengan Rp 4.500.000, maka anda terbebas dari PPh.

Terbebas dari PPh bukan berarti tidak melakukan lapor pajak terhadap pemerintah. Selama anda memiliki NPWP artinya kamu sudah wajib lapor . Untuk penghasilan di bawah PTKP, anda hanya perlu mengisi SPT Nihil melalui formulir atau e-filling lewat situs DJP online.

Artikel Terkait : Manajemen adalah : Pengertian, Contoh, Unsur, Fungsi dan Tujuan

Contoh perhitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Sesuai dengan PPh 21

Lalu bagaimana jika gaji anda di atas tarif PTKP?

Berdasarkan tarif di atas, telah diketahui bahwa besaran PTKP tergantung pada status perkawinan dan jumlah tanggungan. Berikut ini simulasi perhitungannya berdasarkan dua faktor tersebut.

Namun, khusus untuk istri, statusnya akan tetap menjadi TK/0 karena ‘dianggap’ belum menikah dan tak memiliki tanggungan.

Contoh Kasus 1: penghasilan di atas PTKP

Mas Budi adalah seorang karyawan dengan penghasilan Rp 10 juta per bulan. Pada tahun 2018 Mas Budi ini belum menikah. Maka, kode perhitungan PTKP Mas Budi adalah TK/0 (tidak kawin/ tidak ada tanggungan). Berdasarkan tarif PTKP terbaru, Mas Budi mendapatkan batas PTKP sebesar Rp 54 juta per tahun.

Penghasilan bruto per bulan:

Gaji per bulan: Rp 10.000.000,-
Biaya jabatan: 5% x Rp 10.000.000 = Rp 500.000
Iuran pensiun: Rp 200.000

Penghasilan netto per tahun:

Gaji netto per bulan: Rp 8.000.000 – (Rp 500.000 + Rp 200.000) = Rp 7.300.000
Gaji netto per tahun: Rp. 7.300.000 x 12 = Rp 87.600.000
PTKP (TK/0):

Rp 87.600.000 – Rp 54.000.000 = Rp 33.600.000

Penghasilan kena pajak setahun:

PPh pasal 21: 5% x Rp 33.600.000 = Rp 1.680.000
Penghasilan kena pajak sebulan:

Rp.1.680.000 / 12 = Rp 140.000

Jadi, Mas Budi perlu membayar pajak per bulannya sebesar Rp 140.000.

Contoh Kasus 2: penghasilan di atas PTKP dan sudah menikah

Pada akhir tahun 2018 Mas Budi menikah dan punya dua orang anak. Penghasilan Mas Budi pun telah naik menjadi Rp 11.000.000 per bulan. Kini, status PTKP Mas Budi menjadi K/2:

Rp 54.000.000 + Rp 4.500.000 + Rp 4.500.000 + 4.500.000 = Rp 67.500.000 per tahun.

Menggunakan cara yang serupa dengan contoh di atas, berikut simulasi perhitungannya:

Penghasilan bruto per bulan:

Gaji per bulan: Rp 11.000.000,-
Biaya jabatan: 5% x Rp 11.000.000 = Rp 550.000
Iuran pensiun: Rp 200.000
Penghasilan netto per tahun:

Gaji netto per bulan: Rp 11.000.000 – (Rp 550.000 + Rp 200.000) = Rp 10.250.000
Gaji netto per tahun: Rp 10.250.000 x 12 = Rp 123.000.000
PTKP (K/2):

Rp 123.000.000 – Rp 67.500.000 = Rp 55.500.000
Penghasilan kena pajak setahun:

PPh pasal 21: 5% x Rp 55.500.000 = Rp 2.775.000
Penghasilan kena pajak sebulan:

Rp.2.775.000 / 12 = Rp 231.250
Pajak penghasilan yang perlu dibayarkan Mas Budi pun menjadi Rp 231.250.

Artikel Terkait : Bosen Kerja di Kantor? Baca Tips Memulai Bisnis Rumahan

Cara Menghitung PTKP Sesuai dengan PMK Nomor 101/PMK.010/2016

Untuk mengetahui bagaimana penerapan Peraturan Menteri Keuangan/ PMK No. 101/PMK.010/2016 ini, maka kita akan menggunakan ilustrasi contoh sdibawah ini:

1. PTKP Untuk Laki-laki Tidak Kawin dan Wanita (Kawin/Tidak Kawin)

PTKP Laki-Laki Tidak Kawin dan Wanita (Kawin/Tidak Kawin) :

TK/0 = 54.000.000,-

TK/1 = 58.500.000,-

TK/2 = 63.000.000,-

TK/3 = 67.500.000,-

Keterangan:

Status Wanita meskipun sudah kawin tetap mempunyai PTKP tidak kawin, dengan pengecualian ketika dapat membuktikan bahwa suami tidak bekerja (dari Instansi terkait/kelurahan).

TK/0 : Tidak Kawin tidak ada tanggungan PTKP sebesar 54.000.000
TK/1 : Tidak Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan PTKP sebesar 58.500.000 (54.000.000 + 4.500.000)
TK/2 : Tidak Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan PTKP sebesar 63.000.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
TK/3 : Tidak Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan PTKP sebesar 67.500.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)

2. PTKP Untuk Laki-Laki Kawin Istri Tidak Bekerja/Tidak Usaha dengan
PTKP marriage

PTKP untuk Laki-Laki Kawin Istri Tidak Bekerja/Tidak Usaha (Housewife)

K/0 = Rp58.500.000,-

K/1 = Rp63.000.000,-

K/2 = Rp67.500.000,-

K/3 = Rp72.000.000,-

Keterangan (istri tidak bekerja):

K/0 :Kawin tidak ada tanggungan 58.500.000 (54.000.000 + 4.500.000)
K/1 :Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan 63.000.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
K/2 :Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan 67.500.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
K/3 : Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan 72.000.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)

3. PTKP untuk Laki-Laki Kawin Istri Bekerja/Usaha
ptkp

PTKP untuk Laki-Laki Kawin Istri Bekerja/Usaha via familybusinessunit.com

K/I/0 = Rp112.500.000,-
K/I /1 = Rp117.000.000,-
K/I /2 = Rp121.500.000,-
K/I /3 = Rp126.000.000,-

Keterangan (Istri Bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja atau usaha):

PTKP untuk istri yang bekerja pada satu pemberi kerja tidak digabung dengan suami, yang digabung dengan PTKP suami hanya yang bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja dan/atau istri yang memiliki usaha (penghasilan digabung dengan penghasilan suami)
K/I/0 = Kawin Istri Bekerja/Usaha tidak ada tanggungan 112.500.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000)
K/I/1 = Kawin Istri Bekerja/Usaha memiliki 1 (satu) tanggungan 117.000.000 (54.000.000 + 54.000.000+4.500.000 +4.500.000)
K/I/2 = Kawin Istri Bekerja/Usaha memiliki 2 (dua) tanggungan 121.500.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000 + 4.500.000+ 4.500.000)
K/I/3 = Kawin Istri Bekerja/Usaha memiliki 3 (tiga) tanggungan 126.000.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)

4. PTKP atas Warisan PTKP

Penghasilan yang didapatkan dari warisan yang belum terbagi pada dasarnya merupakan hak dan dapat dibagikan kepada para ahli waris yang berhak, serta penghasilan tersebut harus digabungkan dengan penghasilan lainnya yang diterima atau didapatkan oleh masing-masing ahli waris.

Maka dalam melakukan perhitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) masing-masing ahli waris telah memperoleh pengurangan berupa PTKP, sehingga dalam menghitung PKP atas penghasilan yang berasal dari warisan yang belum terbagi tidak diberikan pengurangan berupa PTKP.

Nah, Sekarang anda telah mengetahui cara menghitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Jadi anda harus bertanggung jawab untuk menjadi wajib pajak dan mencerminkan sebagai warga negara yang baik.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *