ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian Upah adalah

5 min read

Tentu kita sering mendengar kata upah dan gaji. Pengertian upah sendiri adalah sebuah hak atau imbalan yang harus diterima oleh seorang pekerja sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak sebelumnya.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian upah, teori upah, perbedaan upah dan gaji termasuk pada perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia. Semaur.com akan membahas lebih dalam lagi dengan artikel dibawah ini. Kalian tahu ngga apa profesi dengan gaji paling besar di Amerika serikan cek disini Profesi dengan Gaji Terbesar di AS

Pengertian Upah adalah

Pengertian upah

Upah merupakan sebuah hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesempatan atau perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja atau buruh.

Pengertian Upah Minimum Adalah ?

Upah Minimum merupakan suatu standar minimun yang digunakan oleh para pengusaha atau pelakuindustri untuk memberi upah kepada pekerja di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Karena pemenuhan kebutuhan yang layak di setiap provinsi berbeda-beda, maka disebut upah minimum.

Menurut peraturan pemerintah ni. 78 tahun 2015 tentang pengupahan, pasal 41 ayat 2 “upah minimum sebagaimana dimaksud merupakan upah bulanan terendah yang terdiri dari upah tanpa tunjangan dan upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Pengupahan ini juga menegaskan, bahwa upah minimum hanya berlaku pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada pengupahan yang bersangkutan. Sementara upah bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih dirundingkan secara demokratis antara pekerja atau buruh dengan pengusaha di perusahaan yang bersangkutan.

Teori Upah Terkemuka

a. Teori Upah Alami

Teori upah alami (natural wage) sering disebut juga teori upah normal. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo, yang membagi upah menjadi dua macam, yakni upah alami dan upah pasar.

Apa perbedaan pengertian upah alami dengan upah pasar? Pengertian upah alami adalah upah yang besarnya bergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar. Upah alami merupakan upah yang dipakai sebagai acuan agar pekerja hidup layak.

Adapun yang sesungguhnya diterima pekerja adalah upah pasar. Bila upah pasar lebih tinggi dari upah alami maka kemakmuran akan meningkat, sehingga angka perkawinan ikut meningkat. Angka perkawinan meningkat disebabkan oleh karena mudahnya tenaga kerja mendapatkan biaya untuk menikah. Selanjutnya, angka kelahiran pun akan meningkat. Adapun untuk angka kematian justru menurun, karena meningkatnya kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Peningkatan kelahiran menyebabkan jumlah tenaga kerja bertambah sehingga penawaran tenaga kerja pun akan bertambah. Peningkatan atau penambahan penawaran tenaga kerja tersebut mengakibatkan tingkat upah pasar menjadi turun mendekati atau bahkan di bawah upah alami.

Hal ini terjadi karena penawaran tenaga kerja lebih banyak dibanding permintaan tenaga kerja. Karena upah menurun, angka perkawinan pun berkurang dan angka kelahiran juga berkurang. Dan sebaliknya, angka kematian justru meningkat. Selanjutnya penawaran tenaga kerja menjadi berkurang sehingga berdampak pada meningkatnya upah pasar. Demikian seterusnya dan keadaan akan berulang lagi seperti yang telah diterangkan di atas.

b. Teori Upah Besi

Teori ini dikemukakan oleh Ferdinand Lasalle. Pengertian upah dengan teori upah besi adalah, upah yang diterima pekerja merupakan upah yang minimal sehingga pengusaha dapat meraih laba yang sebesar-besarnya. Karena pekerja berada dalam sudut posisi yang lemah maka mereka tidak dapat berbuat apa-apa dan terpaksa menerima upah tersebut. Oleh karena itu, upah ini disebut upah besi. Selanjutnya untuk memperbaiki kehidupan, para pekerja disarankan agar mendirikan koperasikoperasi produksi supaya terlepas dari cengkeraman upah besi.

c. Teori Upah Produktivitas Batas Kerja

Dalam bahasa Inggris teori ini disebut “Marginal Productivity Theory”. Teori ini dikemukakan oleh Clark ini menyatakan bahwa tingkat upah memiliki kecenderungan sama dengan tingkat produktivitas tenaga kerja terakhir yang dibayar, yang disebut “pekerja batas” (marginal worker). Hal tersebut berarti upah yang diberikan kepada pekerja tidak dapat melebihi tingkat produktivitas batas kerja dari pekerja.

d. Teori Upah Etika

Menurut teori ini, upah yang diberikan kepada pekerja seharusnya sepadan dengan beban pekerjaan yang telah dilakukan pekerja dan mampu membiayai pekerja sehingga hidup dengan layak.

e. Teori Upah Diskrimiasi

Teori ini menyatakan bahwa upah yang diberikan kepada para pekerja tidaklah sama, tapi sengaja dibedakan (diskriminasi) bagi setiap pekerja.

Perbedaan upah dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

  • jenis kelamin,
  • ras (warna kulit),
  • tingkat pendidikan,
  • tingkat keterampilan,
  • jenis pekerjaan

Di Indonesia sendiri, upah yang diberikan kepada pekerja indonesia ada beberapa jenis, tiap jenis upah memiliki cara pembayarannya sendiri.

Jenis-jenis Sistem Upah

a. Sistem upah berdasarkan waktu

upah dibayar berdasarkan lamanys seseorang melakukan pekerjaannya, upah ini dapat diberikan secara harian, mingguan, atau bulanan.

b. Sistem upah borongan

upah borongan yaitu upah yang diberikan pada awal pengerjaan suatu hal sampai dengan hal tersebut selesai, tanpa adanya penambahan upah jika ada penambahan perkerjaan. Misalnya pak Rohman ingin membangun rumah 2 lantai, ia memperkerjakan tukang yang dibaya sebesar Rp.20.000.000 dari awal hingga rumah tersebut siap huni, tanpa adanya penambahan upah kembali dan biasanya dibayarkan di awal pengerjaan.

c. Sistem co-partnership

sistem ini memberikan upah kepada pekerjanya berupa saham atau obligasi perusahaan. Dengan memberikan obligasi atau saham, perusahaan berharap pekerja mempunya rasa memilki kepada perusahaan sehingga bisa lebih produktif.

d. Sistem upah premi

sistem ini memungkinkan pekerja untuk mendapat upah khusus karena prestasi di luar kelaziman, misalnya bekerja pada hari libur, melakukan pekerjaan yang samgat berbahaya,atau memiliki suatu ketrampilan yang sangat khusus.

e. Sistem upah  berkala

upah ditentukan dari tingkat kemajuan atau kemunduran hasil penjualan, jika penjualan meningkat maka upah akan meningkat, begitu pula sebaliknya.

Perbedaan Gaji dan Upah

Bicara tentang gaji (salary), dalam ranah jual beli jasa dikenal pula istilah upah(wages). Istilah gaji dan upah sering digunakan sebagai sinonim, padahal dalam arti yang sebenarnya keduanya memiliki perbedaan.

Menurut definisinya, gaji merupakan pembayaran yang diterima karyawan atas penyerahan jasa yang dilakukannya kepada pihak lain baik instansi maupun perorangan. Sementara upah seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan didefinisikan sebagai, “Hak pekerja/buruh yang diterima dan di nyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan”.

Dalam sistem penggajian karyawan ini, bisa saja suatu perusahaan membaginya ke dalam dua golongan, yakni gaji dan upah. Sistem penggajian dua golongan ini biasanya diterapkan pada perusahaan-perusahaan manufaktur atau pabrikan industri.

Gaji diperuntukkan bagi golongan karyawan yang memiliki jenjang jabatan manajerial, sedangkan upah untuk golongan karyawan non-manajerial/pelaksana/buruh.

Sebenarnya apa yang membedakan antara gaji dengan upah?

Tingkat jabatan atau golongan karyawan

Dalam struktur organisasi perusahaan setidaknya terdapat dua golongan karyawan, yakni karyawan dalam jajaran manajerial dan pelaksana atau buruh. Nah, pembayaran jasa untuk para karyawan golongan manajerial ini disebut dengan gaji, sedangkan untuk para buruh disebut dengan upah. Semakin tinggi jabatan perseorangan biasanya akan diikuti dengan semakin besar nominal gaji yang diterima. Jabatan yang semakin tinggi secara otomatis memangku tanggung jawab yang lebih besar. Selain itu, keterampilan dan keahlian yang dimiliki juga harus memadai. Oleh sebab itu, karyawan pada jajaran manajerial umumnya mensyaratkan tingkat pendidikan yang tinggi, sedangkan untuk menjadi buruh atau pekerja pelaksana tidak membutuhkan tingkat pendidikan tinggi.

Status kepegawaian

Gaji dan upah dibedakan pula oleh status kepegawaian yang disandang oleh pekerja yang bersangkutan. Umumnya gaji diperuntukkan bagi karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap atau kontrak dengan jangka waktu tertentu. Sementara upah diperuntukkan bagi karyawan yang statusnya tidak terikat dengan perusahaan, sehingga tidak memiliki jaminan akan dipekerjakan secara berkelanjutan.

Waktu pembayaran

Karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan biasanya akan menerima gaji sebulan sekali. Meski demikian, ada pula yang waktu pembayaran gajinya lebih panjang bisa triwulan atau tahunan. Sementara buruh yang tidak terikat dengan perusahaan bisa menerima upah harian, mingguan, atau bahkan bulanan tergantung kesepakatan dengan pengguna jasa.

Sifat dan komponen penyusun Upah

Besaran gaji yang diterima karyawan yang terikat hubungan kerja dengan perusahaan umumnya bersifat tetap, kecuali ada over time atau lembur yang pastinya akan menambah besaran gaji. Dari gaji yang diterima karyawan setiap bulan terdiri dari gaji pokok yang bersifat tetap ditambah dengan tunjangan-tunjangan yang sah dan berhak diterima sesuai peraturan perundang-undangan seperti tunjangan makan, kesehatan, transportasi, keluarga, dan tunjangan lainnya.

Lain halnya dengan upah. Upah bersifat tidak tetap besarannya. Hal ini disebabkan adanya penghitungan upah berdasarkan jam kerja, tingkat kehadiran, dan produktivitas merujuk pada jumlah pekerjaan yang telah berhasil diselesaikan.

Namun, lagi-lagi dasar penghitungan tersebut atas kesepakatan antara pekerja dengan pengguna jasa (majikan). Oleh sebab itu, besaran upah antara pekerja yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda meski bekerja pada pengguna jasa yang sama. Bagi pekerja lepas dalam arti tidak ada ikatan hubungan kerja formal, upah yang diterima hanya berupa upah sebagai pembayaran atas pekerjaan yang telah berhasil diselesaikannya.

Komponen upahnya tentu berbeda dengan karyawan kantoran yang terikat kontrak kerja dengan perusahaan. Dalam upah pekerja lepas tidak disertai dengan tunjangan-tunjangan seperti pada komponen gaji.

– Dasar penetapan

Gaji dengan upah berbeda dasar penetapannya. Dalam menetapkan gaji karyawan dan upah pekerja, perusahaan umumnya mengacu pada faktor-faktor yang bersifat internal dan juga eksternal. Adapun dasar yang digunakan untuk menetapkan upah, yaitu:

  • Peraturan pemerintah
  • Pasar tenaga kerja
  • Tingkat upah yang berlaku (tiap daerah berbeda)
  • Tingkat keahlian yang dibutuhkan
  • Situasi laba perusahaan

Sementara untuk menerapkan besaran gaji karyawan, perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut sebagai dasarnya:

  • Peraturan pemerintah
  • Tingkat upah yang berlaku (tiap daerah berbeda)
  • Jurnal biaya gaji yang menjadi beban perusahaan selama periode akuntansi tertentu
  • Total biaya gaji yang menjadi beban dari setiap divisi atau pusat pertanggungjawaban selama periode akuntansi tertentu
  • Total biaya gaji yang diterima karyawan selama periode akuntansi tertentu
  • Rincian unsur atau variabel biaya gaji yang menjadi beban perusahaan dan setiap divisi atau pusat pertanggungjawaban selama periode akuntansi tertentu.
ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Teknik Negoisasi

ronisafaat
2 min read

Call Center BNI

ronisafaat
2 min read

Personal Branding

ronisafaat
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *