ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

5 min read

√ 9+ Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah sebuah sebuah sistem atau pemikiran untuk memecahkan suatu kondisi dalam pendidikan. Ruang lingkup psikologi pendidikan sendiri sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan pendidikan yang memiliki hakikat dan pengajaran yang tinggi.

Pendidikan di Indonesia sendiri masih terbilang cukup terbelakang jika dibanding dengan negara maju yang lainnya. Namun kita cukup yakin bahwa sistem pendidikan terutama Psikologi Pendidikan di Indonesia akan cukup pesat membaik dan memiliki kualitas yang cukup baik. Apakah begitu menurut kalian?

Mengilhami makna Pancasila untuk sila mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Pemerintah selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan kemajuan negara ini.

a. Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli

Menurut Muhibin Syah (2002), psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Sedangkan menurut buku ensiklopedia amerika,  psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam prosesnya pengajaran yang terlibat dengan penemuan – penemuan dan menerapkan prinsip – prinsip dan cara untuk meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

Sedangkan menurut  Witherington, Psikologi pendidikan adalah  sebuah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

Tardif (dalam Syah, 1997: 13) juga mengatakan bahwa  Psikologi Pendidikan adalah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan mereka.

√ 9+ Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

b. Sejarah Psikologi Pendidikan

Seperti sejarah bahasa Indonesia yang kuat dang sangat berkaitan antara satu sama lain, sama halnya dengan sejarah psikologi pendidikan. Psikologi merupakan salah satu ilmu yang sudah lama berkembang. Ilmu ini diyakini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno dahulu kala, meskipun disadari bahwa pada zaman ini psikologi merupakan domain dari filsafat. Ini terjadi karena memang sebagai suatu ilmu, psikologi pada waktu itu masih spekulatif.

Bukti bahwa psikologi merupakan ilmu yang sudah ada sejak Zaman Yunani Kuno adalah munculnya spekulasi Plato (427-347 SM) yang menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual sesungguhnya mempunyai dasar genetik. Berbicara tentang perbedaan individual dan dasar genetik berarti berbicara tentang psikologi sebab salah satu kajian dalam psikologi adalah perbedaan individual dan faktor genetik.

Secara leksikal psikologi berasal dari bahasa Yunani, yakni psyche yang berarti jiwa atau ruh dan logos yang berarti ilmu. Di lihat secara leksikal psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang jiwa atau ruh. Definisi inilah yang dijadikan pegangan dan diyakini masyarakat selama berabad-abad. Memasuki abad 19 para ahli banyak mempertanyakan definisi tersebut sebab ternyata jiwa atau ruh tidak bisa diamati dan sul it untuk dibuktikan. Yang dapat diamati atau dibuktikan adalah perilaku organisme sebagai wujud dari adanya jiwa atau ruh.

Oleh sebab itu terjadi pendefinisian kembali tentang psikologi sebagai suatu ilmu. Karena yang dapat diamati dan dibuktikan adalah tingkah laku organisme, maka psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme. Munculnya istilah organisme pada definisi ini mengisyaratkan bahwa tingkah laku yang dipelajari dalam psikologi bukan hanya tingkah laku manusia, tetapi juga berbagai makhluk hidup lainnya. Pendefinisian kembali psikologi ini merupakan salah satu pengaruh observasi Darwin pada tahun 1859 yang menghasilkan teori evolusi, termasuk evolusi dari tingkah laku manusia.

Psikologi pendidikan merupakan cabang dari psikologi yang tujuan utamanya adalah memahami dan mengembangkan pendidikan. Woolfolk (1995 : 11) menjelaskan bahwa educational psychology is distinct from other branches of psychology because it has the understannding and improvement of education as its primary goal

Memahami pendidikan dimaksud adalah memahami perilaku semua yang terlibat dalam proses pendidikan serta berbagai hal yang akan mempengaruhi perilaku individu dalam proses pendidikan. Terlingkup di dalamnya perilaku peserta didik. guru, kepala sekolah bangunan, pakaian, nuansa akademik, budaya, keyakinan yang dianut oleh I ingkungan sekitar, dan sebagainya. Psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu yang peduli dengan adanyaproses pembelajaran serta penerapan metoda dan teori-teori psikologi dalam proses pendidikan.

Woolfok (1995: 11) menegaskan educational psychology the discipline concerned with teaching and learning processes; applies the method and theories of psychology and has its own as well. Pembelajaran yang dimaksud merupakan beberapa proses edukatif yang melibatkan pendidik dan peserta didik sebagai pelaku utamanya.

Pendidik atau yang sering kita sebut sebagai Guru berperan sebagai facilitator terjadinya perkembangan peserta didik dan peserta didik merupakan subjek pembelajaran yan sedang mengembangkan dirinya. Dalam interaksi antara pendidik dan peserta didik terjadi saling mempengaruhi, terutama pengaruh pendidik terhadap perkembangan peserta didik. Dalam kerangka pendidikan ini, pendidik berupaya memilih metoda pembelajaran yang tepat, yakni yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Misalnya, metoda pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran di SD kelas awal adalah belajar sambil bermain atau bermain seraya belajar sebab peserta didik SD kelas awal masih kental dengan nuansa kekanak-kanakan yang sangat famiiar dengan permainan. Disamping itu pendidik berupaya menerapkan prinsip-prinsip teori psikologi yang dipandang tepat digunakan dalam memfasiitasi perkembanan peserta didik. Salah satu contoh, pendidik senantia memperhatikan keunikan individual setiap peserta didik meskipun daam pembelajaran kelompok karena is paham bahwa secara teoritis pada prinsipnya individu bersifat unik.

c. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Ruang lingkup psikologi pendidikan, antara lain adalah:

  1. Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar;
  2. Sifat-sitat dari proses belajar;
  3. Hubungan antara tingkat kematnagan dengan kesiapan belajar;
  4. Signifikansi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar;
  5. Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama dalam belajar;
  6. Hubungan antara proseddur-prosedur mangajar dengan hash I belajar;
  7. Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar mereka lakukan;
  8. Pengaruh/akibat relatif dari pendidikan formal dibandingkan dengan pengalaman­pengalaman belajar yang insidental dan informal terhadap suatu individu;
  9. Nilai/manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personi I sekolah; dan
  10. Akibat/pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap pada siswa.

d. Manfaat Psikologi Pendidikan

Ada  beberapa manfaat mempelajari psikologi pendidikan yaitu :

1. Memahami perbedaan siswa

Masing masing siswa memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda beda. Sebagai guru, perlu untuk memahami perbedaan perbedaan karakteristik setiap siswa, tahap tumbuh kembangnya, serta tipe perilaku yang dilakukan para siswanya. Pemahaman tersebut dapat menghasilkan interaksi pembelajaran yang sesuai dan pembelajaran yang efektif serta efisien.

2. Menciptakan iklim belajar yang kondusif di kelas

Kemampuan guru menciptakan iklim belajar yang kondusif meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar pendekatan dan interaksi yang menyenangkan kepada siswa sesuai dengan masing masing karakteristik siswa, akan memberikan iklim belajar yang kondusif dan proses pembelajaran yang efektif.

3. Memilih strategi pembelajaran yang tepat

Mempelajari psikologi untuk mengenal karakteristik masing masing siswa dan mengenal metode pembelajaran yang disukai, akan memberikan kemampuan untuk memilih strategi pembelajaran yang tepat di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang sudah tepat, akan memberikan situasi efektif belajar mengajar.

4. Memberikan bimbingan pada siswa

Psikologi memberikan kemampuan kepada guru untuk menjadi seorang pembimbing bagi siswanya dengan pendekatan emosional dari hati ke hati untuk mendapatkan kepercayaan siswa nya. Ketika siswa sudah memberikan rasa percayanya kepada guru, maka proses membantu penyelesaian masalah untuk proses pembelajaran yang efektif akan dapat dilakukan dengan mudah.

5. Berinteraksi dengan tepat dengan siswa

Prinsip-prinsip psikologi mendasari cara berkomunikasi yang tepat dalam proses pembelajaran. Komunikasi dengan siswa dinyatakan dengan menempatkan diri sesuai tahapan tumbuh kembang siswa. Sehingga dapat memberikan suatu interaksi yang menyenangkan. Penyesuaian dengan tahapan rumbuh kembang siswa menciptakan pemahaman pengajar dari sudut siswa dan mengetahui keinginan atau proses pembelajaran yang disukai dan juga karakter masing masing siswa.

6. Memberikan evaluasi hasil pembelajaran

Sebagai seorang pendidik, dengan mempelajari psikologi pendidikan akan mampu memberikan penilaian hasil pembelajaran secara adil terhadap siswanya. Selain itu juga dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa tanpa membedakan satu dengan yang lainnya. Evaluasi hasil pembelajaran bisa berupa nilai ujian secara intelegensi, nilai sikap, dan nilai keaktifan mengikuti kegiatan sekolah. Ketiga hal tersebut menentukan kualitas perbaikan itngkah laku siswa menjadi lebih baik.

7. Memotivasi belajar

Bekal psikologi pendidikan untuk pengajar agar pengajar mampu memberikan dukungan, dorongan atau motivasi untuk siswanya dalam semangat belajar yang lebih tinggi. Psikologi pendidikan mengajarkan tentang memahami masing masing karakteristik siswa dan memberikan motivasi sesuai dengan karakter tersebut agar lebih efektif mempengaruhi semangat belajar siswa. Pemberian dukungan positif kepada siswa menghasilkan semangat belajar yang meningkat.

8. Menetapkan tujuan pembelajaran

Psikologi pendidikan membantu pegajar untuk menentukan tujuan pembelajaran terhadap perubahan perilaku seperti apa yang diinginkan sebagai hasil pembelajaran. Tujuan pembelajaran ditetapkan pada setiap materi yang akan diberikan. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran dijadikan patokan kesesuaian hasil pembelajaran apakah nantinya dianggap berhasil atau tidak.

9. Penggunaan media pembelajaran yang tepat

Pengetahuan psikologi pendidikan juga bermanfaat untuk menentukan media pembelajaran yang tepat untuk siswa, misalnya media audio, visual, motorik, dan lain sebagainya sebagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Mengajarkan cara membuat surat izin sakit dengan media komputer misalnya. Media pembelajaran juga disesuaikan dengan materi belajar yang akan disampaikan. Siswa terkadang lebih tertarik dengan proses pembelajaran yang menggunakan komponen audiovisual dalam proses pemahaman materi dan lebih efisien dalam pengembangan imajinasi siswa.

10. Penyusunan jadwal pelajaran yang sesuai

Penyusunan jadwal pelajaran juga disesuaikan dengan kondisi siswa, seperti pelajaran yang butuh pemikiran lebih rumit seperti matematika akan lebih baik jika diletakkan pada jam belajar pertama, saat pikiran siswa masih segar dan konsentrasinya masih maksimal. Jika mata pelajaran seperti matematika diletakkan pada akhir kelas, maka hal itu tidak akan efektif. Siswa sudah lelah, daya tangkapnya menurun, konsentrasi menurun, dan pembelajaran menjadi tidak efektif .

e. Tujuan Psikologi Pendidikan

Tujuan dari Psikologi Pendidikan sebagai berikut:

  • Memahami bentuk-bentuk gejala psikologis individu (siswa) secara umum dalam bentuk sikap dan tingkah laku selama mengikuti proses pembelajaran.
  • Memahami kemampuan-kemampuan dan potensi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
  • Membantu siswa mengembangkan berbagai jenis kemampuan dan potensi yang dimiliki dalam bentuk proses-proses pembelajaran yang berbasis pengembangan siswa.
  • Memehami bagaimana seharusnya pelaksanaan proses belajar dan pembelajaran agar tercapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif.
  • Membantu siswa menyelesaikan program pembelajaran sehingga dengan pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat memberikan bantuan pada siswa dalam menyelesaikan program-program pembelajaran sampai tuntas.

f. Contoh Psikologi Pendidikan

  1. Mulai Bersosialisasi dengan Lingkungan
  2. Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan
  3. Melakukan Hal-hal Kecil Secara Mandiri
  4. Membuat Kelompok dan Berorganisasi
  5. Mencapai Peran Sosial
  6. Mulai Berpikir tentang Emosi Diri Sendiri
  7. Mengembangkan Keterampilan Intelektual
  8. Memperoleh Sistem Nilai dan Etika sebagai Pedoman Berperilaku
ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *