ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian Produksi Adalah

4 min read

Pengertian Produksi Adalah

Produksi adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial secara umum. Pada dasarnya tujuan dan faktor adanya produksi adalah karena permintaan atau kebutuhan yang selalu ada.

Pengertian produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka terciptalah kegiatan produksi. Dalam kegiataanya produksi menggunakan banyak pihak yang bergabung didalanya sehinga proses produksi dapat berjalan dengan baik sebeulm dilakukannya distribusi.

a. Pengertian Produksi adalah

Produksi adalah sebuah kegiatan menghasilkan barang atau jasa, tetapi juga kegiatan yang sifatnya menambah nilai atau kegunaan barang yang sudah ada menjadi lebih tinggi nilainya.

Tujuan dari produksi itu sendiri adalah untuk menghasilkan atau menciptakan suatu barang, menambah serta meningkatkan nilai guna barang yang sudah ada, memperoleh tembahan penghasilan  dan untuk memenuhi semua kebutuhan manusia.

Produksi adalah suatu proses mengubah bahan baku menjadi barang jadi atau menambah nilai suatu produk (barang dan jasa) agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Pelaku kegiatan produksi ini disebut dengan istilah produsen (baik itu individu maupun organisasi), sedangkan barang yang dihasilkan disebut dengan produk (barang atau jasa).

Secara etimologis, kata “Produksi” berasal dari bahasa Inggris, yaitu “To Produce” yang berarti menghasilkan. Jadi, arti kata produksi adalah suatu kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa melalui proses tertentu.

Semua produk, baik itu barang atau jasa, yang dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya berawal dari proses produksi. Setelah proses produksi, ada beberapa tahapan lagi sebelum akhirnya produk yang dihasilkan sampai ke konsumsi untuk digunakan. Proses produksi merupakan tahap-tahap yang harus dilalui dalam melakukan manajemen memproduksi barang atau jasa.

Ada proses produksi yang memerlukan waktu lama, seperti pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, dan lain-lain. Ada proses produksi yang memerlukan waktu sebentar, seperti pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain sebagainya. Ada juga proses produksi yang hasilnya dapat langsung dinikmati konsumen, seperti pijat, pentas hiburan, dan lain-lain.

Pengertian Produksi Menurut Para Ahli

Produksi menurut Magfuri,Produksi adalah kegiatan mengubah barang agar mempunyai kegunaan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna atas suatu benda yang ditunjukkan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran (Magfuri, 1987:72).

Produksi menurut Ace Partadireja, Produksi adalah yang menghasilkan barang dan jasa sedangkan bagaimana tahapan tahapan produksi dinamai proses produksi karena proses produksi mempunyai landasan teknis yang dalam teori ekonomi disebut fungsi produksi (Ace Partadireja, 1987 : 21).

b. Faktor Produksi

Adapun faktor-faktor produksi adalah sebagai berikut:

1. Faktor Sumber Daya Alam/ Fisik

Dalam hal ini sumber daya alam (Physical Resources) adalah faktor produksi yang bersumber dari kekayaan alam. Sumber daya alam dapat memenuhi kebutuhan manusia untuk hidup. Adapun beberapa sumber daya alam tersebut diantaranya:

  • Udara, tanah, air, sinar matahari
  • Hewan, tumbuhan
  • Mineral, dan bahan tambang lainnya.

Sebagai ilustrasi, para petani memproduksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Faktor produksinya adalah tanah, air, iklim, dan hal lainnya yang dapat mendukung produksi padi.

2. Faktor Sumber Daya Manusia/ Tenaga Kerja

Tenaga kerja (labor) merupakan faktor produksi yang melakukan kegiatan produksi, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Di dalam faktor ini terdapat beberapa unsur penting, seperti unsur fisik, pikiran, serta kemampuan dan keahlian.

Faktor tenaga kerja dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

A. Berdasarkan Kualitas

  • Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal untuk dapat melaksanakan pekerjaannya. Misalnya dokter, arsitek, dosen, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja terampil, yaitu tenaga kerja yang memerlukan keterampilan khusus agar bisa melaksanakan pekerjaannya. Misalnya penjahit, tukang, supir, kapster salon, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan atau pelatihan khusus agar bisa melakukan pekerjaannya. Misalnya asisten rumah tangga, kuli bangunan, petugas kebersihan, dan lain-lain.

B. Berdasarkan Sifat Pekerjaan

  • Tenaga kerja jasmani, yaitu tenaga kerja yang lebih mengandalkan tenaga untuk melaksanakan pekerjaannya. Misalnya petugas kebersihan, tukang becak, kuli angkut, dan lain sebagainya
  • Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang lebih mengandalkan pikiran dan perasaan dalam melaksanakan pekerjaannya. Misalnya dosen, guru, seniman, psikolog, dan lain-lain.

3. Faktor Modal

Modal (capital) punya peranan penting dalam percepatan dan kelancaran kegiatan produksi. Modal dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

A. Berdasarkan Sumbernya

  • Modal sendiri, yaitu modal yang sumbernya berasal dari perusahaan sendiri.
  • Modal asing, yaitu modal yang sumbernya berasal dari luar perusahaan. Misalnya pinjaman dari lembaga keuangan.

B. Berdasarkan Sifatnya

  • Modal tetap, yaitu modal yang dapat dipakai secara berulang-ulang. Misalnya bangunan, mesin, dan peralatan.
  • Modal lancar, yaitu modal yang akan habis digunakan dalam setiap proses produksi. Misalnya bahan baku untuk produksi.

C. Berdasarkan Bentuknya

  • Modal konkret, yaitu modal yang dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan produksi. Misalnya bangunan, mesin, peralatan, kendaraan, dan lainnya.
  • Modal abstrak, yaitu modal yang tidak terlihat secara nyata tapi bernilai bagi perusahaan. Misalnya hak merek, hak paten, nama baik perusahaan, dan lainnya.

D. Berdasarkan Kepemilikannya

  • Modal individu, yaitu modal yang berasal dari perorangan dimana hasilnya akan menjadi sumber penghasilan bagi pemiliknya.
  • Modal publik, yaitu modal yang berasal dari pemerintah dimana hasilnya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Misalnya jembatan, rumah sakit, jalan raya, pelabuhan, bandara udara, dan lainnya.

4. Faktor Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan yang ada dalam diri seseorang dalam menggunakan faktor-faktor produksi sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Beberapa hal penting yang dimiliki oleh seorang wirausaha adalah:

  • Perencanaan (Planning)
  • Pengorganisasian (Organizing)
  • Penggerakan (Actuating)
  • Pengawasan (Controling)

5. Faktor Sumber Daya Informasi

Kemajuan teknologi informasi di era globalisasi berperan besar dalam kegiatan produksi. Ini meliputi keseluruhan informasi dan data yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengoperasikan bisnisnya.

Adapun beberapa informasi dan data tersebut adalah:

  • Prediksi kondisi pasar di masa depan
  • Data dan informas ekonomi
  • Pengetahuan karyawan
  • Dan lain-lain

c. Tujuan Produksi

Berikut ini adalah beberapa tujuan produksi:

  1. Memenuhi kebutuhan manusia. Manusia mempunyai beberapa kebutuhan terhadap barang dan jasa yang harus dipenuhi dengan kegiatan produksi. Apalagi jumlah manusia terus bertambah.
  2. Mencari keuntungan atau laba. Dengan memproduksi barang dan jasa, produsen (orang yang memproduksi) berharap bisa menjualnya dan memperoleh laba sebanyak-banyakya.
  3. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dengan memproduksi barang dan jasa, produsen akan memperoleh pendapatan dan laba dari penjualan produknya, yang dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan termasuk kehidupan para karyawannya.
  4. Meningkatkan mutu dan jumlah produksi. Produsen selalu berusaha memuaskan keinginan konsumen. Dengan berproduksi, produsen mendapat kesempatan melakukan uji coba (eksperimen) untuk meningkatkan mutu sekaligus jumlah produksinya agar lebih baik dari produksi sebelumnya.
  5. Mengganti barang-barang yang rusak karena dipakai atau karena bencana alam. Semua itu diganti dengan cara memproduksi lagi barang yang baru.

d. Beberapa Macam Contoh Kegiatan Produksi

1. Seorang petani mengelolah sawahnya untuk menghasilkan padi, singkong, dan jagung

Kegiatan yang dikerjakan oleh seorang petani merupakan salah satu contoh dari kegiatan produksi. Karena seorang petani tersebut telah mengelola sawah atau ladangnya sehingga menghasilkan padi, singkong, dan jagung yang bermanfaat untuk orang banyak atau konsumsi sehari-hari.

2. Petani menggiling padi menjadi beras

Setelah mengolah sawahnya selama kurang lebih 3 bulan, petani melakukan penggilingan hasil panen gabahnya menjadi beras, yang kita makan sehari-hari.

3. Pabrik pembuat pakaian

Pabrik tersebut menghasilkan sebuah produk pakaian, baik berupa baju atau celana, yang kita gunakan sehari-hari.

4. Membuat tahu

Produsen tahu membuat tahu untuk mendampingi makanan 4 sehat 5 sempurna yang kita konsumsi sehari-hari.

5. Pabrik elektronik

Sebuah pabrik pembuat barang-barang elektronik, seperti misalnya tv dan hp dua benda ini yang sering menemani kita dalam kehidupan sehari-hari.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *