ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian Manajer : Peran dan Fungsi

3 min read

Pengertian Manajer : Peran dan Fungsi

Kalian pasti tau sudah tidak asing lagi dong sama manajer ?? Manajer adalah Suatu jabatan yang pasti ada disuatu perusahaan, dengan peran, fungsi, dan tingkatan manajer dalam perusahaan. Untuk kalian yang ingin tau lebih tentang manajer simak terus artikel ini ya gays

Selain manajer ada banyak sekali posisi yang ada dalam sebuah perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia yang dibangun oleh beberapa pengusaha sukses di Indonesia. Seperti petugas Administrasi melalui manajemen tertentu.

Pengertian Manajer : Peran dan Fungsi

Manajer adalah

manajer adalah seorang anggota organisasi yang bertugas mengarahkan, memadukan, mengawasi dan mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang lain.para manajer ini bekerja dalam sebuah organisasi.

Manajer merupakan seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan melakukan kordinasi kegiatan-kegiatan mereka untuk mencapai sasaran suatu organisasi.

Pengertian Manajer Menurut Para Ahli

Menurut Sabardi (1992), manajer adalah orang yang berkewajiban mengatur organisasi untk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan bantuan orang lain.

Menurut Griffin (2004), manajer adalah seorang yang tanggung jawab utamanya adalah melaksanakan proses manajemen dalam suatu organisasi.

Sedangkan menurut Robert Tanembaum (2012) , manajar adalah seorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas perkerjaan tersebut. Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dokoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan.


Jenis Jenis Manajer

Pada suatu organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, serta manajer lini pertama, biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, dimana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah dari pada dipuncak.

a. Manejemen lini pertama ( first-line management)

Manajemen lini pertama (first-line management), dikenal dengan istilah manajemen organisasi, merupakan manajemen tingkat yang paling rendah yang bertugas mengawasi dan memimpin karyawan non-manajerial yang ada di dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervasior), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manejer departemen, atau mandor (foreman).

b. Manajemen tingkat menengah (middle management)

Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada diantara manajer lini pertama dan manajemen puncak yang bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah yaitu kepala bagian,pemimpin proyek, manajer pabrik.

c. Manajemen puncak (top management)

Manajemen puncak (top management), dikenal dengan executive officer, yang bertugas dengan meerencanakan strategi dan kegiatan perusahaan secara umum serta mengarahkan jalannya perusahaan. Cobtoh top managemen yaitu CEO (Chief Executive Officer).

Walaupun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan memakai bentuk piramida tradisional ini misalnya pada orgasasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan permintaan pekerjaan.

Manajer bukan berarti sebagai seorang pemberi upah karyawan. Namun ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya sebagai berikut:

Peran dan Tugas Manajer

Terdapat 3 peran Manajer yang digolongkan ke dalam Interpersonal Roles (Peran Antarpribadi), ketiga peran tersebut adalah:

1. Sosok atau Figur (Figurehead)

Seorang manajer memiliki tanggung jawab terhadap legal, sosial, seremonial dan juga berindak sebagai simbol perusahaan. Seorang manajer diharapkan menjadi inspirasi. Sebagai contoh, seorang manajer biasanya akan melakukan hal-hal seremonial seperti menghadiri acara pemotongan pita peresmian, menandatangani dokumen legal (hukum), menyapa tamu perusahaan dan menjadi tuan rumah resepsi.

2. Pemimpin (Leader)

Seorang manajer bertugas sebagai pemimpin dalam sebuah tim, departemen atau organisasinya. Mempunyai kewenangan untuk menyeleksi dan melatih karyawanya serta mengelola kinerja dan memotivasi karyawannya.

3. Penghubung (Liaison)

Sebagai seorang manajer, mereka harus membangun dan menjaga komunikasi dengan kontak internal perusahaan maupun kontak eksternal perusahaan. Contohnya  berpartisipasi dalam pertemuan dengan perwakilan dari divisi atau departemen lain atau organisasi lain.

Ada 3 peran manajer yang tergolong dalam informasional Roles adalah :

1. Pemantau (Monitor)

Seorang manajer berperan sebagai pencari informasi yang berkaiatan dengan industri dan organisasinya. Seorang manajer juga memantau dan melihat perkembangan tim yang dipimpinnya baik dari segi produktivitas, kinerja maupun kenyamanan kerja anggota timnya.

2.  Penyebar Informasi (Disseminator)

Seorang manajer harus menyebar luaskan dan mengkomunikasikan informasi tersebut ke orang lain yang ada di dalam organisasinya atau anggota timnya ataupun karyawan yang berkaitan lain di dalam perusahaan. Contoh peran penyebar informasi seorang manajer seperti menyampaikan memo, email atau laporan kepada bawahannya mengenai informasi dan keputusan yang telah di ambil.

3. Juru Bicara (Spokesperson)

Seorang manajer juga berperan sebagai juru bicara yang meneruskan informasi tentang organisasinya dan tujuan organisasinya ke pihak luar.

Ada juga 4 peran manajer yang tergolong ke dalam Decisional Roles atau peran pengambil keputusan adalah :

1. Wirausahawan (Entrepreneur)

Seorang manajer harus mampu membuat suatu perusahaan dan mengendalikannya untuk kemajuan organisasinya. Peran manajer disini adalah memecahkan masalah dan menghasilkan ide-ide baru serta menerapkannyan dalam organisasi. Manajer harus merencanakan masa depan untuk organisasinya, membuat proyek-proyek perbaikan dan peningkatan kualitas dan produktivitas.

2. Pemecah Masalah (Disturbance Handler)

Setiap organisasi pasti akan menemukan suatu masalah dan hambatan dalam operasionalnya. Ketika suatu permasalahan atau hambatan terjadi, maka sebagai seorang manajer haruslah bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Dan jika terjadi konflik diantara anggota timnya, manajer harus bisa  menjadi penengah dan mancarikan alternatif strategis untuk menyelesaikan konflik tersebut.

3. Pembagi Sumber Daya (Resource Allocator)

Seorang manajer juga berperab sebagai pembagi sumber daya yaitu menentukan dimana sumbar daya tersebut harus dialokasikan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sumber daya yang dimaksud disini dapat berupa dans, tenaga kerja, material, mesin dan sumber daya lain.

4. Negosiator (Negotiator)

Seorang manajer adalah juga seorang negosiator, berpartisipasi atau mengambil bagian dalam melakukan negisiasi dengan pihak luar untuk memperjuangkan kepentingan bisnis perusaahaannya.

Fungsi Manajer adalah

Ada juga beberapa fungsi manajer sebagai berikut :

  • Planning (perencanaan)

Kegiatan menyusun sebuah rencana, tujuan, kebijakan, prosedur, budget, dan program perusahaan. Dengan planning, para manajer berusaha untuk melihat kedepan, memperhitungkan kemungkinan- kemungkinan, menjabarkan kegiatan dan membuat urutan prioritas untuk mancapai sasaran.

  • Organizing (pengorganisasian)

Menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sehingga hubungan antar bagian dapat menyatu. Pengorganisasian pekerjaan antara satu orang dengan orang lain, antara unit satu dengan unit lain dan antara bagian satu dengan bagian lain. Proses pengelompokan kegiatan- kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan dan penugasan setiap kelompok kepada seorang manajer, yang mengawasi anggota-anggota kelompok. Dengan cara mengorganisir, orang-orang dipersatukan dalam pelaksanaan tugas-tugas yang saling berkaitan.

  • Actuating (penggerakan / pengarahan)

Suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dinamis.

  • Controlling (pengawasan)

Kegiatan untuk menilai dan mengendalikan mengawasi jalannya kegiatan agar mencapai tujuan. Manajer mengawasi apakah hasil pelaksanaannya dan hasilnya telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Apakah perlu ada perbaikan dan lain sebagainya.

  • Staffing  (kepegawaian)

Kepegawaian adalah hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi, karena dalam menempatkan orang- orang yang tepat dalam berbagai pekerjaan akan menentukan kegagalan dan keberhasilan dalanm organisasi.

Jenis-jenis Manajer

Manajer dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Manajer Fungsional, mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap satu jenis kegiatan organisasi, seperti bagia produksi, bagian pemasaran, bagian pembelian, bagian keuangan, bagian gudang, dan lain sebagainya.
  • Manajer umum, bertugas mengatur, mangawasi dan tanggung jawab atas satuan-satuan kerja secara keseluruhan yang mencakup beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja.
ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Nama Perusahaan

ronisafaat
1 min read

Usaha Kecil Menengah

ronisafaat
2 min read

Freelance Adalah

ronisafaat
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *