ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian Kognitif, Afektif dan Psikomotorik

4 min read

Pengertian Kognitif, Afektif dan Psikomorik

Ranah kognitif, afektif dan psikomotorik adalah hal yang akan sering kita dengar contohnya dalam dunia pendidikan atau pemikiran sebuah konsep otak. Ketiga hal tersebut memang sangat berkaitan erat dan mempunyai tujuan dan contohnya sendiri-sendiri.

Dalam penentuan sebuah taraf kecerdasan taraf seseorang kita sering menggunakan standar-standar rumit yang harus diterapkan satu persatu untuk mengumpulkan hasil riset yang memuaskan. Dalam artikel kali ini semaur.com akan membagikan pengertian dan perbedaan kognitif, afektif dan psikomotorik sesuai dengan perannya masing-masing.

Pengertian Kognitif, Afektif dan Psikomorik

a. Pengertian Kognitif Adalah

Ranah kognitif merupakan  ranah yang mencakup berbagai kegiatan mental (otak). Semua yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.

Ranah kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu:

  1. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)
  2. Pemahaman (comprehension)
  3. Penerapan (application)
  4. Analisis (analysis)
  5. Sintesis ( syntesis)
  6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)

Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide,gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengandemikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaituevaluasi.

b. Pengertian Afektif Adalah

Ranah afektif merupakan  ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai yang berbeda-beda. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai masing-masing. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat akan diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.

Ranah afektif terbagi menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu:

  1. Receiving atau attending ( menerima atau memperhatikan)
  2. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif”
  3. Valuing  (menilai atau menghargai)
  4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan)
  5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai)

c. Psikomotorik Adalah

Ranah psikomotorik merupakan ranah yang erat berkaitan dengan keterampilan (skill) taukemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu yang telah mereka tekuni. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku), namun tidak sama.

Ranah psikomotorik adalah berhubungan dengan aktivitas fisik,misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.

Dari hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui:

  1. Pengamatan langsungdan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung,
  2. Sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap
  3. Beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

d. Pengertian Kognitif Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian kognitif menurut para ahli berikut ini:

1. Drever

Dalam buku “Dictionary of Psycology” karya Drever yang dikutip oleh Kuper (2000), menyebutkan bahwa:

kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yaitu persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penilaian, dan penalaran.

2. Chaplin

Menurut Chaplin (2002) dalam bukunya “Dictionary of Psycology”, memberi pengertian bahwa:

Kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga, dan menilai.

3. Anonim

Sebuah istilah yang telah digunakan oleh psikolog untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan membuat rencana masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai, dan memikirkan lingkungannya mereka.

e. Ranah Kognitif Berdasarkan Proses dan Jenjangnya

Apakah itu tujuan kognitif? Tujuan kognitif atau Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup semua kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktifitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.

Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir antara lain :

1. Pengetahuan (Knowledge) – C1

Pada level atau tingkatan terendah ini dimaksudkan sebagai kemampuan mengingat kembali materi yang telah dipelajari, misalnya:

  • Pengetahuan tentang istilah
  • Pengetahuan tentang fakta khusus
  • Pengetahuan tentang konvensi
  • Pengetahuan tentang kecendrungan dan urutan
  • Pengetahuan tentangklasifikasi dan kategori
  • Pengetahuan tentang kriteria, dan
  • Pengetahuan tentang metodologi.

Contoh: Menyatakan kebijakan.

2. Pemahaman (Comprehension) – C2

Pada level atau tingkatan kedua ini, pemahaman dimaksud sebagai sebuah  kemampuan memahami materi tertentu, dapat dalam bentuk:

  • Translasi (mengubah dari satu bentuk ke bentuk lain)
  • Interpretasi (menjelaskan atau merangkum materi)
  • Ekstrapolasi (memperpanjang/memperluas arti/memaknai data)

Contoh : Menuliskan kembali atau merangkum materi pelajaran

3. Penerapan (Application) – C3

Pada level atau tingkatan ketiga ini, aplikasi dimaksudkan sebagai kemampuan untuk menerapkan informasi dalam situasi nyata atau kemampuan menggunakan konsep dalam praktek atau situasi yang baru.

Contoh: Menggunakan pedoman/ aturan dalam menghitung gaji pegawai.

4. Analisa (Analysis) – C4

Analisis adalah kategori atau tingkatan ke-4 dalam taksonomi Bloom tentang ranah (domain) kognitif. Analisis merupakan kemampuan menguraikan suatu materi menjadi bagian-bagiannya. Kemampuan menganalisis dapat berupa:

  • Analisis elemen (mengidentifikasi bagian-bagian materi)
  • Analisis hubungan (mengidentifikasi hubungan)
  • Analisis pengorganisasian prinsip (mengidentifikasi pengorganisasian/organisasi).

Contoh: Menganalisa penyebab meningkatnya harga pokok penjualan dalam sebuah laporan keuangan dengan memisahkan komponen- komponennya.

5. Sintesis (Synthesis) – C5

Level kelima adalah sintesis yang dimaknai sebagai kemampuan untuk memproduksi. Tingkatan kognitif kelima  dapat berupa:

  • Memproduksi komunikasi yang sangat unik
  • Memproduksi rencana atau kegiatan yang utuh, dan
  • Menghasilkan/memproduksi seperangkat hubungan abstrak.

Contoh: Menyusun kurikulum dengan mengintegrasikan pendapat dan materi dari beberapa sumbernya.

6. Evaluasi (Evaluation) – C6

Level ke-6 dari taksonomi Bloom pada ranah kognitif ini adalah evaluasi. Kemampuan melakukan evaluasi diartikan sebagai kemampuan menilai ‘manfaat’ suatu benda atau suatu hal untuk tujuan tertentu berdasarkan kriteria yang jelas. Paling tidak ada dua bentuk tingkat (level) evaluasi menurut Bloom, yaitu:

  • Penilaian atau evaluasi berdasarkan bukti internal, dan
  • Evaluasi berdasarkan bukti eksternal. 

Contoh: Membandingkan hasil ujian siswa dengan kunci jawaban.

f. Contoh Kognitif

Contoh kognitif yaitu ,  Ketika kita sedang menimba ilmu di sekolah, biasanya guru memberi kita tugas. Sesampainya di rumah orang tua kita biasanya mengontrol dan menyuruh kita untuk mengerjakan tugas dari guru. Sehinngga kita teringat tentang tugas yang diberikan guru di sekolah, lalu mengerjakan tugas tersebut dan mempersiapkannya dengan baik. Selain itu, ketika kita sedang mendengarkan sebuah musik yang kita suka, secara otomatis kita akan hafal dengan liriknya. Dan disaat kita mendengarkan musik terebut secara tidak sengaja, maka kita akan langsung bernyanyi melantunkan lirik lagu tersebut. Kedua ilustrasi diatas merupakan contoh dari sikap kognitif.

Ketiga aspek atau domain ini memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Sebelum sampai kepada aspek psikomotorik, terlebih dulu anak akan mengalami beberapa tahap kognitif dan afektif. Pada tahap penerimaan, anak terlebih dulu perlu memiliki suatu perhatian untuk dapat menerima materi yang diberikan. Dengan adanya perhatian, maka akan mudah bagi anak untuk menerima pengetahuan tersebut dan seterusnya. Dalam setiap aspek afektif, terbukti memiliki aspek kognitif didalamnya untuk saling mendukung satu sama lain. Setelah anak melalui tahap kognitif dan afektif, maka ia akan siap untuk melanjutkan kepada tahap psikomotorik berdasarkan apa yang sudah dipelajarinya di kedua tahap sebelumnya.

Dalam metode pendidikan lama, pengukuran pencapaian materi pengajaran hanya ditekankan kepada hasil, dan hanya pada aspek kognitif sehingga kerap kali mengabaikan aspek lainnya. Sehingga kerap kali hasilnya tidak efektif, karena untuk dapat mencapai tingkat pengetahuan tertentu yang diperlukan justru sebuah proses dan pengertian tentang konsep yang dapat dicapai dengan juga memperhatikan aspek afektif dan psikomotorik anak. Ketiga aspek atau domain ini sangat berperan besar dalam pendidikan anak, karena digunakan untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran terhadap anak. Ketiga aspek ini diperlukan untuk mengevaluasi sejauh mana materi pendidikan dapat diserap oleh anak dengan mengacu kepada kategori – kategori di dalam tiga domain utama tersebut.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *