ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian dan Tujuan Saluran Distribusi adalah

4 min read

Pengertian dan Tujuan Saluran Distribusi adalah

Distribusi adalah salah satu keiatan sosial yang berkaitan erat dengan masyarakat. Distribusi berperan penuh pada pasokan barang maupun jasa. Dalam distribusi yang baik biasannya akan melibatkan cukup orang untuk melakukannya.

Pengertian dan tujuan distribusi sendiri adalah untuk menunjang dan memenuhi kebutuhan masyarakat disekitar kawasan distribusi itu sendiri. Dalam hal lain distribusi juga menjadi kunci pemegang dari terpenuhinya supply and demmand atau sering kita sebut pemasok dan pembeli.

Pengertian dan Tujuan Saluran Distribusi adalah

a. Pengertian Distribusi adalah

Distribusi adalah suatu kegiatan penyaluran produk, baik dalam hal tersebut dalam bentuk barang atau jasa, dari produsen ke konsumen sehingga produk tersebut tersebar luas. Ada juga yang mengatakan distribusi adalah suatu kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk memudahkan proses penyampaian produk dari produsen kepada konsumen.

Dijelaskan juga distribusi adalah penghubung antara aktivitas produksi dan konsumsi. Pada pelaksanaannya, distribusi merupakan bagian dari proses pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah pada produk melalui berbagai fungsi seperti utility, tempat, waktu, dan hak kepemilikan produk.

Selain itu, terjadi kelancaran arus pemasaran, baik secara fisik maupun non-fisik seperti arus informasi, promosi, negosiasi, pembayaran, dan lain sebagainya.

b. Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

Maka para ahli mempunyai pendapat masing-masing yaitu

Menurut Soekartawi, distribusi merupakan  aktivitas menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa supaya sampai hinga konsumen akhir.

Menurut Assauri, distribusi merupakan kegiatan memindahkan produk dari sumber ke konsumen akhir dengan saluran distribusi pada waktu yang tepat.

Sedangkan menurut Basu Swastha, definisi distribusi adalah saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang ada pada saluran distribusi yaitu produsen, distributor, konsumen atau industri.

c. Tujuan Distribusi

  • Kelangsungan kegiatan produksi dapat terjamin. Produsen atau perusahaan membuat barang untuk dijual dan mendapatkan suatu keuntungan dari hasil penjualannya yang akan kembali digunakan untuk sebuah proses produksi dimana keuntungan tersebut didapatkan bila terdapat distributor.
  • Barang atau Jasa Hasil produksi akan dapat bermanfaat bagi konsumennya .Barang atau jasa produksi tidak akan ada gunanya bila tetap berada di tempat produsen. Barang atau jasa bisa bermanfaat bagi konsumen bila sudah ada kegiatan distribusi.
  • Konsumen Memperoleh Barang dan Jasa dengan Mudah. Tidak semua barang atau jasa bisa dibeli langsung konsumen dari produsen dimana hal ini membutuhkan penyalur atau distribusi dari produsen ke konsumen.

d. Faktor Distribusi

Faktor yang mendorong suatu perusahaan menggunakan distributor, adalah:

NOFAKTOR PENDORONG DISTRIBUSI
1Para produsen atau perusahaan kecil dengan sumber keuangan terbatas tidak akan  mampu mengembangkan organisasi penjualan langsung.
2Para distributor nampaknya lebih efektif dalam penjualan partai besar karena skala operasi mereka  yang pengecer dan keahlian khususnya.
3Para pengusaha pabrik yang cukup modal akan lebih senang menggunakan dana mereka untuk ekspansi daripada untuk melakukan kegiatan promosi.
4Pengecer yang menjual banyak sering lebih senang membeli macam-macam barang dari seorang grosir daripada membeli langsung dari masing-masing pabriknya.

e. Fungsi Saluran Distribusi

Fungsi utama saluran distribusi yaitu menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka pemimpin perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan sebaik-baiknya.

Ada beberapa fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) adalah :

  1. Information, yaitu mengumpulkan informasi yang penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
  2. Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasiftentang produk yang akan  ditawarkan.
  3. Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati harga dan persyarat lainny, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.
  4. Ordering, yaitu pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.
  5. Payment, yaitu pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.
  6. Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lainnya.
  7. Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.
  8. Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya untuk pekerjaan saluran distribusi.
  9. Risk Taking, yaitu menanggung seluruh resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.

f. Macam-macam Saluran Distribusi

Terdapat bermacam-macam saluran distribusi barang konsumsi, yaitu:

1. Produsen – Konsumen

Bentuk saluran distribusi merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen bisa menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Maka dari itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen

Produsen hanya akan melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer akan dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan sering juga dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, dan tidak menjual kepada pengecer. Pembelian pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia akan menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barang kepada pedagang besar yang kemudian akan menjualnya kepada kembali di toko-toko kecil atau pengecer. Agen yang akan terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan. (Swastha dan Irawan, 1997, p.295-297).

g. Contoh Kegiatan Distribusi

Distribusi di lakukan para pedagang di dalam pemasaran produk yang di milikinya. Dalam memasarkan produk sendiri di perlukan ketelitian dan kemampuan untuk menjualnya kepada para konsumennya. Berikut ini adalah contoh dari distribusi misalnya terjadi pada petani, petani menjual hasil panennya secara langsung kepada perantara (dalam hal ini perantara di sebut distribusi langsung).

Pada sebuah pabrik kendaraan bermotor misalnya, pabrik tersebut menjual suku cadang kepada agen-agen atau para took suku cadang, setelah itu took atau agen tersebut menjualnya lagi kepada para konsumen ( ini yang di sebut dengan distribusi dengan tidak langsung ).

h. Saluran Distribusi

Pada setiap aktivitas pendistribusian pasti melalui saluran, saluran distribusi adalah saluran yang  akan digunakan oleh produsen dalam rangka mendistribusikan produk ke konsumen. Setelah suatu produk dihasilkan kemudian hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana memilih saluran yang tepat supaya lebih efisien. Maka dari itu strategi distibusi diperlukan untuk memilih saluran mana yang paling memberikan keuntungan yang tinggi.

Kegiatan pendistribusian tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya pelaku dan manajemen di dalamnya. Terdapat beberapa aktor dalam aktivitas pendistribusian yang perlu dipahami. Diantaranya adalah :

1. Pedagang

Pemain distributor yang membeli produk dari produsen atas kemauan sendiri.  Produk tersebut kemudian akan dijual kembali ke pedagang lain atau konsumen akhir. Terdapat dua macam pedagang yaitu pedagang besar dan kecil. Pedagang besar biasa disebut pengepul. Pedagang kecil disebut pengecer.

2. Agen

Lembaga pemasaran yang telah diakui oleh produsen atau perusahaan untuk mendistribusikan produk ke konsumen. Lembaga ini biasanya memiliki izin atas nama perusahaan produsen. Secara resmi agen adalah lembaga distibutor resmi dari suatu perusahaan produsen.

3. Makelar

Suatu lembaga pemasaran yang menjual produk menggunakan nama pihak lain.

4. Eksportir

Orang, sekelompok orang atau lembaga yang membeli produk dari dalam negeri kemudian melakukan penjualan ke luar negeri.

5. Komisioner

Distributor yang bertugas seperti makelar namun melaksanakan transaksi jual beli dengan menggunakan nama sendiri. Dalam hal ini komisioner yang akan bertanggung jawab pula dalam aktivitasnya. Adapun komisi merupakan imbalan dari hasil kinerja komisioner.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *