ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian dan Fungsi Kalimat Deklaratif / Deklarasi

4 min read

Pengertian dan Fungsi Kalimat Deklaratif / Deklarasi

Deklaratif adalah suatu usaha untuk mengungkapkan suatu kebenaran peristiwa atau pendapat kepada orang lain. Deklarasi biasannya digunakan untuk membuat sebuah acara menjadi informatif dan memiliki tujuan untuk menyebarkan informasi.

Pemberitahuan kepada khalayak umum menggunakan kalimat deklaratif harus mengungkapakan sesuai dengan apa yang terjadi pada kenyataannya atau kebenaran atas opininya. Deklarasi akan didasari oleh beberapa unsur dan tujuan atas pengemukaannya. Pengertian dan fungsi deklarasi akan semaur.com bahas dalam artikel ini. Semoga memberi informasi yang berguna untuk menjalani kehidupan sosial kalian.

a. Pengertian Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang isinya berfungsi untuk memberitakan suatu peristiwa pada lawan bicara atau orang lain. Hal yang diberitakan umumnya pengumuman tentang peristiwa atau kejadian. Kalimat deklaratif disebut juga dengan kalimat berita. Kalimat deklaratif juga kalimat yang berisi pernyataan dan bersifat fakta atau opini/pendapat.

Apakah kalimat deklarasi sering digunakan? Kalimat ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena paling sederhana dan cukup mempunyai satu subjek dan predikat yang biasanya diakhiri dengan tanda titik.

b. Fungsi Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif atau kalimat berita berfungsi untuk memberikan informasi, berita atau peristiwa/ kejadian kepada orang lain tanpa mengharapkan tanggapan yang khusus. Kalimat ini bukan kalimat perintah kalimat permintaan atau menanyakan sesuatu.

c. Ciri Ciri Kalimat Deklaratif

Kalimat berita atau kalimat deklaratif tidak dapat dilihat berdasarkan susunan kalimatnya, karena hampir sama dengan susunan kalimat pada umumnya. Ciri-ciri format yang membedakan kalimat deklaratif dengan kalimat yang lain yaitu:

  1. Intonasinya bersifat netral, tidak ada bagian yang dipentingkan dari yang lain.
  2. Suatu bagian kalimat berita atau kalimat deklaratif yang dapat dijadikan inti dari pembicaraan.
Pengertian dan Fungsi Kalimat Deklaratif / Deklarasi

Kalimat deklaratif mempunyai sebuah subjek yang  sangat sederhana atau disebut phrasa, predikat dan juga memiliki pelengkap atau keterangan.

Contoh:

1. Aku tidak datang ke kantor hari ini.

Pada kalimat diatas terdapat
S = Aku
P = tidak datang
K = ke kantor hari ini

2. Semua yang dibutuhkannya telah dibelikan oleh suaminya.

Pada kalimat diatas terdapat
S = Semua yang dibutuhkannya
P = telah dibelikan
O = Oleh suaminya

Subjek dan predikat pada kalimat deklaratif yang sudah memiliki format yang normal yaitu S + P + O + K, namun terkadang format polanya juga dapat berubah.

Contohnya :
S + P + K
Ibu pergi ke swalayan pada hari sabtu.
Bisa berubah menjadi:
K + S + P
Pada hari sabtu ibu ke swalayan.

d. Macam-Macam Kalimat Deklaratif

Berikut ini adalah beberapa macam jenis kaliamat deklaratif atau kalimat berita.

1. Kalimat Deklaratif Aktif

Kaliamat deklarasi ini bersofat aktif karena subjek melakukan suatu tindakan pada objeknya. Contohnya:

  1. Sebuah sepeda motor menambrak sepeda pagi tadi pukul 07.00.
  2. Aku dan keluargaku wisata bendungan batu tegi tahun lalu.
  3. Intan dan Melly mendapat beasiswa untuk belajar di Inggris selama 3 tahun.

2. Kalimat Deklaratif Pasif

Kalimat deklarasi ini bersifat pasif karena subjek dikenai tindakan oleh objeknya. Contoh kaliamatnya yaitu:

  1. Sebuah bank telah dirampok oleh segerombolan perampok yang membawa senjata api tadi malam.
  2. Beberapa ruko habis terbakar di jalan permata biru.
  3. Pejalan kaki itu terserempet motor yang melaju cepat.

3. Kalimat Deklaratif Inversi

Kalimat deklarasi ini predikatnya mendahului subjek. Contoh kalimat deklaratif ini yaitu:

  1. Dicurinya mobil itu dari dalam garasi.
  2. Atas perhatian bapak, saya ucapkan terima kasih.
  3. Sudah aku rapikan sepeda itu.

4. Kalimat Deklaratif Langsung

Kalimat deklarasi ini yaitu kaliamat deklaratif berdasarkan hasil kutipan perkataan seseorang sama percis dengan yang dikatakannya. Contoh kalimat deklaratif langsung ini antara lain:

  1. Budi berkata, “Aku melihat Zahra sedang bermain boneka saat itu di depan rumahnya”
  2. “Aku akan datang menjenguk kakakmu besok.”kata Pak Ridwan
  3. Ibu guru Ratna, berkata, “Kita akan pergi jalan-jalan ke Yogyakarta pertengahan tahun ini.”

5. Kalimat Deklaratif Tidak Langsung

Kalimat ini adalah kalimat deklaratif yang memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain.

Contoh kalimat deklaratif ini antara lain:

  1. Tika mengatakan bahwa Yuni sedang dirawat di rumah sakit Mutiara Hati
  2. Dika mengatakan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh mobil yang remnya blong
  3. Ayah mengatakan bahwa dia akan pergi ke kantor bersama temannya besok pagi.

e. Fungsi Deklarasi

Keberadaan kalimat dalam sebuah teks atau pun sebuah dialog sangatlah penting. Hal tersebut di karenakan kalimat memiliki beberapa fungsi yang akan menentukan bagaimana sebuah dialog atau teks tersebut yang akan  digunakan. Fungsi kalimat yang di dasarkan kepada tujuaanya terbagi menjadi empat. yaitu deklaratif, introgratif, Imperatif, dan seruan. Berikut adalah beberapa penjelasan singkat dari fungsi – fungsi kalimat tersebut.

1. Fungsi Kalimat Deklaratif (Pernyataan)

  • Fungsi Kalimat Deklaratif adalah untuk memberikan suatu pernyataan baik itu penyataan yang aktual maupun faktual dengan lengkap dan informatif kepada orang lain (lawan biacara).

2. Fungsi Kalimat Introgatif (Pertanyaan)

  • Fungsi Kalimat Introgatif adalah untuk mengungkatkan suatu penutur dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban atau memperoleh informasi dari orang lain (Lawan bicara). Kalimat introgatif selalu menggunakan enam unsur kata pertanyaa seperti apa, mengapa, dimana, bagaimana, siapa, mengapa, dan selalu di akhiri dengan tanda tanya pada setiap akhir kalimatnya.

3. Fungsi Kalimat Imperatif (Permintaan atau Perintah)

  • Fungsi Kalimat Imperatif adalah untuk mengutarakan penutur yang bertujuan untuk menginstruksikan, menyuruh, melarang, menghimbau, dan lain sebagainya. Ciri khas dari kalimat ini yang mudah untuk di cermati, biasanya di dalamnya kalimat ini terdapat kata yang berimbuhan -lah, -kah, -kan, dan lain sebagainya. dan umumnya kalimat ini di akhiri tanda seru di akhir kalimatnya.

4. Fungsi Kalimat Seruan

  • Fungsi Kalimat Seruan adalah untuk menyatakan suatu perasaan yang kuat terhadap sesuatu dan segera ingin di sampaikan kepada orang lain. Intinya kalimat seruan digunakan untuk menyampaikan perasaan. Kalimat ini cirikhasnya selalu menggunaakan kata ganti orang, dan menggunakan kata-kata yang menunjukkan perasaan seperti “cinta”, “senang”, “sedih”, “Marah”, dan dan lain sebagainya.

Keempat poin di atas merupakan fungsi dari kalimat yang di dasarkan pada tujuan penggunaan itu sendiri. Sebelum membuat atau menggunakan suatu kalimat atau paragraf, hendaknya penulis perlu untuk menentukan tujuannya terlebih dahulu yang meliputi deklaratif, introgratif, imperatif, atau seruan. Dengan begitu, kalimat – kalimat yang di tulis oleh penulis akan dapat dengan mudah untuk di pahami oleh orang lain.

f. Unsur Unsur Kalimat Deklaratif

Unsur Deklaratif yaitu suatu unsur yang merupakan suatu syarat agar Negara itu dapat mengdakan hubungan dengan Negara lain yaitu adanya pengakuan Negara lain (de facto dan de jure). Pengakuan dari Negara lain merupakan unsure yang memperkuat terbentuknya sebuah Negara. Pengakuan dari Negara lain merupakan unsure yang menerangkan bahwa suatu Negara telah berdiri sehingga Negara tersebut dikenal oleh Negara-negara lain.

g. Perbedaan Kalimat Imperatif, Deklaratif dan Interogratif

Ada juga  beberapa perbedaan kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif adalah:

1. Fungsi Kalimatnya

Kalimat imperatif berfungsi untuk memerintah orang lain, sedangkan kalimat deklaratif yang berfungsi untuk memberi informasi atau berita kepada orang lain. Adapun kalimat interogatif merupakan kalimat yang berfungsi untuk menanyakan sesuatu kepada orang lain.

2. Penggunaan Tanda Baca di Dalamnya

Kalimat imperatif menggunakan tanda seru (!) pada akhir kalimatnya, sedangkan kalimat deklaratif menggunakan tanda titik (.) di akhir kalimatnya. Di pihak lain, kalimat inetrogatif menggunakan tanda tanya (?) di akhir kalimatnya.

3. Penggunaan Kata-Kata atau Partikel Khusus di Dalamnya

Kalimat imperatif sering menggunakan kata jangan/tolong  di dalamnya. Jika tidak, biasanya kata depan kalimat tersebut sering dibubuhi partikel -lah/-kan. Kalimat interogatif sering menggunakan kata tanya di dalamnya. Jika tidak, biasanya kata depan kalimat ini sering dibubuhi partikel -kah. Kalimat deklaratif tidak menggunakan kata-kata tertentu atau partikel-partikel tertentu secara khusus di dalam kalimatnya.

4. Tanggapan dari Orang Lain Atas Kalimat Tersebut

Kalimat imperatif sangat memerlukan tanggapan dari orang lain berupa diturutinya perintah yang disampaikan pada kalimat perintah tersebut. Sementara itu, kalimat interogatif sangat membutuhkan tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini berupa jawaban atau keterangan. kalimat deklaratif tidak membutuhkan sama sekali tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini, entah itu berupa jawaban ataupun perbuatan orang lain.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *