ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Teori Pengertian Motivasi dan Contohnya

3 min read

Teori Pengertian Motivasi Beserta Contohnya

Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi juga dapat diartikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

Apakah yang dimaksud dengan motivasi? semaur akan bahas menegai motivasi berikut ini.

A. Pengertian Motivasi

Secara etimologi kata motivasi diambil dari bahasa Inggris, yaitu “motivation”, yang artinya “daya batin” atau “dorongan”.

Sehingga pengertian motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu. Motivasi bisa datang dari dalam diri kita sendiri ataupun dari orang lain. Dengan adanya motivasi maka seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan antusias dan lebih mudah.

Motivasi intrinsik  adalah suatu motivasi yang terbentuk di dalam diri saat kita melakukan sesuatu tanpa adanya hadiah (reward) dari lingkungan sekitar.

Kita secara sederhana menikmati suatu aktivitas tertentu atau memandangnya sebagai sebuah kesempatan untuk mengeksplorasi, belajar, atau mengaktualisasikan potensi diri yang sudah kita miliki (Coon & Mitterer, 2010).

Motivasi intrinsik mengacu pada alasan mengapa kita melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk kepuasan dan kenikmatan yang muncul dari dalam diri kita sendiri. Kita juga dapat mengatakan melakukan sesuatu tersebut muncul sebagai suatu keinginan dengan sendirinya dari dalam diri kita (Brown, 2007).

Teori Pengertian MotivasiBeserta Contohnya

B. Teori Motivasi Menurut Beberapa Ahli

Beberapa Teori Motivasi yang sering digunakan  adalah :

1. Teori Hierarki Maslow

Teori Hierarki telah dikemukakan oleh seorang psikolog yang bernama Abraham Maslow pada tahun 1943.  Mengemukakan 5 kebutuhan hidup manusia berdasarkan hirarkinya yaitu mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan yang lebih tinggi. Teori kemudian dikenal dengan Teori Maslow atau Teori Hirarki Kebutuhan. Hirarki kelima Kebutuhan tersebut diantaranya adalah :

  1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological needs), yaitu kebutuhan terhadap makanan, minuman, air, udara, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan untuk bertahan hidup. Kebutuhan Fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar.
  2. Kebutuhan Keamanan (Safety needs), yaitu kebutuhan akan rasa aman dari kekerasan baik fisik maupun psikis seperti lingkungan yang aman bebas polusi, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja serta bebas dari ancaman.
  3. Kebutuhan Sosial (Social needs), yaitu kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. Manusia merupakan makhluk sosial, Setiap orang yang hidup di dunia memerlukan keluarga dan teman.
  4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem needs), Maslow mengemukan bahwa setelah memenuhi kebutuhan Fisiologis, Keamanan dan Sosial, orang tersebut berharap diakui oleh orang lain, memiliki reputasi dan percaya diri serta dihargai oleh setiap orang.
  5. Kebutuhan Aktualisasi diri (Self-Actualization), Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tertinggi menurut Maslow, Kebutuhan Aktualisasi diri adalah kebutuhan atau keinginan seseorang untuk memenuhi ambisi pribadinya.

2. Teori ERG Alderfer

Clayton Alderfer mempublikasikan tulisan tentang kebutuhan manusia yang berjudul “An Empirical Test of a New Theory of Human Need” Pada tahun 1969. Teori yang merupakan Teori Alternatif terhadap Teori Hirarki Maslow. Teori ini mengemukan Tiga kebutuhan Manusia yaitu :

  1. Kebutuhan Eksistensi (Existence needs) yaitu kebutuhan akan pemenuhan faktor fisiologis dan materialistis termasuk kebutuhan akan rasa aman.
  2. Kebutuhan Hubungan (Relatedness needs) yaitu kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan orang lain.
  3. Kebutuhan Pertumbuhan (Growth needs) yaitu kebutuhan atau keinginan untuk bertumbuh dan mencapai potensi diri secara maksmal.

Teori yang telah dikemukakan oleh Clayton Alderfer ini kemudian dikenal dengan Teori ERG Alderfer yaitu singkatan dari Existance, Relatedness dan Growth.

3. Teori Kebutuhan McClelland

Seorang Psikolog Amerika Serikat yang bernama David McClelland mengemukakan hubungan antara kebutuhan pencapaian, afiliasi dan kekuasaan pada akhir 1940-an.  Teori Kebutuhan McClelland diantaranya adalah :

  • Kebutuhan akan Pencapaian (need for achievement)
  • Kebutuhan akan Afiliasi (need for affiliation)
  • Kebutuhan akan kekuasaan (need for power)

4. Teori Motivator-Hygiene Herzberg

Frederick Herzberg adalah seorang Psikolog Amerika Serikat yang mengemukan Teori Motivator-Hygiene Herzberg. Teori tersebut didapat dari penelitian terhadap 203 akuntan dan teknisi di area Pittsburgh, Amerika Serikat. Dari hasil penelitian telah ditemukan dua faktor yang berbeda yaitu kepuasan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Teori Motivator-Hygiene Herzberg juga dikenal dengan Teori mempunyai Dua Faktor.

  • Kepuasan bekerja, yaitu faktor yang berkaitan dengan pengakuan, prestasi, tanggung jawab yang memberikan kepuasan positif. Faktor ini sering disebut juga dengan Faktor Motivator.
  • Ketidakpuasan bekerja, yaitu faktor yang berkaitan dengan gaji, keamanan bekerja dan lingkungan kerja yang seringkali memberikan ketidakpuasan. Faktor ini sering disebut dengan Faktor Hygiene.

5. Teori Harapan Vroom

Seorang professor dari Kanada yang bernama Victor Vroom pada tahun 1964 dalam bukunya yang berjudul “Work and Motivation” mengemukan sebuah Teori Motivasi yang beranggapan bahwa orang-orang termotivasi untuk melakukan sesuatu karena menginginkan suatu hasil yang diharapkan. Teori tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Teori Harapan atau Expectancy Theory.

C. Tujuan Motivasi

Ada beberapa tujuan motivasi yaitu: 

  1. Mendorong gairah dan semangat
  2. Meningkatkan moral dan kepuasan
  3. Meningkatkan produktivitas
  4. Mempertahankan loyalitas dan kestabilan
  5. Meningkatkan disiplin;
  6. Menciptakan suasana dan hubungan yang baik
  7. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi
  8. Meningkatkan kesejahteraan
  9. Mempertinggi rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. 

D. Contoh Motivasi

Berikut beberapa contoh dibawah ini :

Seorang guru menanyakan kepada siswa kelas 8 yang mengatakan menyukai mata pelajaran IPA, apa alasan mereka menyukai mata pelajaran tersebut. Para siswa menjawab beragam, ada yang mengatakan bahwa mereka menyukai mata pelajaran IPA karena gurunya asyik dan baik.
Para siswa di SD Rampak Rampu sangat suka dengan bermain bola karena kata mereka bermain bola itu asyik, pokoknya kalau pas lagi kumpul, paling rame itu ya main bola. Pokoknya suka.
Gina sangat rajin belajar akhir-akhir ini setelah ia menyadari bahwa semakin ia rajin belajar, maka nilai-nilai yang diperolehnya semakin membaik, bahkan kini sudah berada di atas rata-rata teman-teman sekelasnya, padahal dulunya ia bukanlah tergolong anak pandai di kelasnya. Ia kini bisa merasakan kepuasan tersendiri yang tiada bandingnya ketika ia menerima hasil ulangan yang nyaris sempurna, atau lebih baik dari teman-temannya dan semuanya itu diperolehnya dari kerja kerasnya dalam belajar.

Dari contoh pertama bukanlah motivasi instrinsik, tetapi contoh kedua dan ketiga dapat kita golongkan sebagai intrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri siswa atau individu yang saling bersangkutan. Ada faktor-faktor dari dalam dirinya yang mendorong untuk melakukan sesuatu, dorongan dari dalam yang menginspirasi, atau membuat seseorang berbuat sesuatu.

Sementara pada contoh pertama, dapat dikategorikan sebagai contoh motivasi ekstrinsik, di mana siswa kelas 8 tersebut menyukai IPA karena faktor dari luar diri mereka, yaitu karena guru yang asyik dan baik. Seandainya gurunya tidak asyik dan tidak baik kepada mereka, mungkin saja mereka tidak akan menyukai mata pelajaran IPA.

Intrinsik sangat penting ditumbuhkan di dalam diri siswa agar mereka semua memperoleh kesuksesan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan, baik berupa pengetahuan, sikap ataupun keterampilan. Dorongan yang berasal dari dalam diri siswa akan memberikan kekuatan yang luar biasa untuk membuat mereka gigih dalam belajar.

Jika siswa telah memiliki motivasi intrinsik yang kuat dalam dirinya, maka ia tidak terlalu membutuhkan dorongan dari luar (motivasi ekstrinsik) lagi. Memang sebaiknya motivasi ekstrinsik tetap diberikan untuk menjaga agar motivasi intrinsik tetap bersemayam dalam diri siswa masing-masing. Misalnya, dengan memberikan pujian, penghargaan, atau hadiah, atau hal-hal lainnya.

Motivasi ekstrinsik yang diberikan dengan tepat akan memperkuat motivasi intrinsik yang telah ada sejak dulu, atau dapat menumbuhkan motivasi intrinsik yang sebelumnya tidak siswa miliki.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *