ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pasar Tradisioal

4 min read

Pengertian Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional di Indonesia

Pasar Tradisional adalah suatu bentuk pasar dimana dalam kegiatannya atau proses transaksinya masih dilakukan secara tradisional (konvensional), yaitu penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan tawar-menawar harga suatu barang/ jasa. Umumnya jenis pasar ini berada di lokasi terbuka dan produk yang dijual adalah kebutuhan pokok manusia, yaitu makanan.

Pasar tradisional yang telah dibangun dan dikelola oleh pemerintah daerah, BUMN, BUMD, atau pihak swasta. Tempat berjualan para pedagang di pasar ini biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka. Sayangnya, kebanyakan jenis pasar ini terlihat kumuh karena kebersihannya kurang terjaga dimana tumpukan sampah dan kotoran terlihat jelas dan menimbulkan bau tak sedap.

Pengertian Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional di Indonesia

A. Ciri Ciri Pasar Tradisional

Ada beberapa ciri-ciri pasar konvensional, yaitu:

  1. Produk utama yang dijual di pasar ini adalah kebutuhan rumah tangga, misalnya bahan-bahan mentah untuk makanan.
  2. Pemerintah setempat bertugas menjaga keamanan dan ketertiban namun tidak turut campur tangan langsung dalam operasional pasar.
  3. Transaksi jual-beli di pasar akan di melalui proses tawar menawar harga barang antara pembeli dan penjual.
  4. Harga barang-barang yang akan dijual di pasar ini biasanya relatif murah dan sangat terjangkau.
  5. Area pasar tradisional umumnya berada di tempat yang terbuka dan mudah dijangkau banyak orang.
  6. Di pasar ini tidak terdapat monopoli oleh satu produsen tertentu.
  7. Harga barang, lokasi, dan cara pelayanan penjual merupakan faktor penentu besarnya penjualan.

B. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional

Adapun kelebihan dan kekurangan jenis pasar ini adalah sebagai berikut.

1. Kelebihan Pasar Tradisional

  • Di pasar ini tidak pernah terjadi monopoli pasar oleh produsen tertentu.
  • Pendapatan para penjual cenderung merata, tergantung cara bernegosiasi dengan para pembeli.
  • Kegiatan ekonomi pasar di pasar ini berlandaskan pada kejujuran yang dilakukan.
  • Pemerintah tidak akan bisa melakukan intervensi terhadap operasional di pasar ini.
  • Penjual dapat masuk dan keluar pasar dengan mudah.

2. Kekurangan Pasar Tradisional

  • Pertumbuhan ekonomi di pasar ini bisa dikatakan cukup lambat.
  • Tidak ada inovasi di dalam pasar sehingga kualitas produk dan layanan cenderung tidak berkembang.
  • Jenis pasar ini sangat terikat dengan budaya setempat sehingga sulit untuk berubah.
  • Produk yang dijual terbatas karena bergantung pada hasil kekayaan alam, misalnya sayuran, ternak, dan bahan baku makanan lainnya.
  • Nilai atau harga suatu barang pada pasar ini didasarkan pada proses tawar-menawar dan tidak ada standar bakunya.

C. Contoh Pasar Tradisional

Adapun beberapa contoh pasar tradisional adalah sebagai berikut:

D. Perbedaan Pasar Tradisional dan Modern

Pasar tradisional adalah tempat transaksi jual beli dimana penjual dan pembeli bertemu secara langsung dan melakukan tawar menawar hingga tercapai kesepakatan harga yang mereka sepakati. Pasar tradisional umumnya terdiri dari kios-kios semi permanen dan menyediakan barang-barang segar, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari . Contoh pasar tradisional adalah: Pasar Senen, Pasar Tanah Abang, Pasar Bogor dan pasar sayur mayur di pagi hari.  

Sedangkan pasar modern adalah tempat transaksi jual beli yang dimana tidak ada aktifitas tawar menawar di dalamnya, pembeli sudah menyetujui harga yang diajukan karena harga tersebut bersifat tetap (fixed price) dan tidak bisa ditawar. Pada umumnya pasar ini berada di satu tempat yang luas dan permanen.

1. Perbedaan Jenis Barang yang Dijual

Pasar tradisional umumnya menjual bahan makanan segar, namun beberapa pasar juga menjual kebutuhan sandang (pakaian). Intinya adalah pasar konvensional selalu menjual bahan kebutuhan sehari – hari. Hal ini dilakukan karena keluar-masuk barang lebih cepat dan selalu dibutuhkan masyarakat sehingga kelangsungan proses jual beli tetap terjaga.

Pasar modern juga menjual barang kebutuhan sehari – hari, namun banyak juga yang menjual kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Jika ke hypermarket, Anda dapat melihat bahwa mereka bukan hanya menjual makanan atau pakaian melainkan juga elektronik, gadget, hingga furniture. Berbagai jenis barang tersedia di pasar modern. Hal ini merupakan salah satu yang membedakan keduanya.

2. Proses Pembentukan Harga

Pada pasar konvensional, harga terbentuk melalui kesepakatan bersama yang telah diasepakati antara penjual dan pembeli. Penjual bisa memasang harga sesuai yang diinginkan berdasarkan keuntungan yang ingin diterimanya dan pembeli boleh mengajukan keberatan akan harga yang diajukan penjual.

Mereka akan melakukan tawar menawar hingga sepakat. Inilah yang menjadi pembentuk harga. Namun dalam beberapa proses tawar menawar, kesepakatan mungkin tidak terjadi sehingga harga tidak terbentuk. Meskipun begitu pada umumnya harga yang ditetapkan penjual pasar tradisional lebih murah dibandingkan pasar modern.

Berbeda dengan pasar konvensional, di pasar modern pembeli sudah menyetujui harga yang ditetapkan penjual. Harga sudah tercetak di tag dan pembeli langsung membayar sesuai harga yang tertera. Harga barang di pasar modern terbentuk hanya dari perhitungan pemilik pasar saja, tidak disepakati oleh pembeli.

Harga didasarkan dari perhitungan penjual akan modal, komisi, dan biaya lain – lain. Hal ini yang menyebabkan beberapa barang di pasar modern cenderung lebih  mahal dibandingkan pasar tradisional.

3. Subjek yang Melakukan Proses Jual Beli

Pada perbedaan pasar modern dan pasar tradisional, penjual langsung menjajakan barang dagangannya kepada pembeli. Namun, ada banyak penjual yang menjual barang sejenis pada satu pasar. Sedangkan di pasar modern, biasanya yang menjual barang adalah satu (personal) pemilik pasar atau penjual.

Pemilik pasar menjual beberapa merek dagang kepada pembeli. Biasanya pada pasar modern, pembeli memilih merek dagang yang disediakan penjual (pemilik pasar) bukan memilih barang sejenis yang dijual oleh penjual berbeda. Pembeli juga tidak melakukan proses tatap muka langsung dengan penjual (pemilik pasar).

4. Modal dan Pengalaman Penjual

Penjual tradisional pada umumnya memiliki modal yang sangat terbatas atau modalnya tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, barang yang dijual biasanya adalah barang kebutuhan sehari – hari yang cepat laku dan banyak dicari sehingga perputaran modal berjalan lancar. Selain itu, penjual pada pasar tradisional juga hanya memperhitungkan keuntungan dalam jangka waktu pendek.

Berbeda dengan pasar konvensional, pada pasar modern penjual pada umumnya sudah lebih  berpengalaman dalam berbisnis. Modal yang digunakan pasar modern jauh lebih besar dibandingkan dengan modal penjual di pasar tradisional. Perhitungan penjual di pasar modern lebih berorientasi pada keuntungan jangka panjang biasanya perhitungan bersifat kuartal tahun atau per semester.

5. Harga, Diskon, dan Promo

Pasar tradisional umumnya akan menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan pasar modern. Namun, tidak ada potongan harga lainnya saat harga sudah terbentuk. Harga hanya ditentukan dari proses tawar menawar antara penjual dan pembeli. Tidak ada potongan harga dan promo yang ditawarkan penjual. Harga yang ditawarkan dari hari ke hari bisa berbeda – beda tergantung modal yang dikeluarkan penjual setiap hari.

Pasar modern pada umumnya memberikan harga yang lebih mahal dibandingkan pasar konvensional. Namun, untuk menarik pembeli mereka memberikan potongan harga ke beberapa barang tertentu atau memberikan hadiah kepada pembeli. Hargayang ditawarkan oleh penjual di pasar modern juga cenderung tetap karena harga sudah dibentuk per periode waktu tertentu dan ditetapkan sebelum barang diberikan price tag. 

6. Keragaman Pembeli

Pembeli yang melakukan proses jual beli di pasar tradisional adalah pembeli yang berlokasi di sekitar pasar tersebut. Hal ini yang menyebabkan pasar tradisional hanya buka dalam waktu yang singkat dalam sehari (misalnya pasar pagi atau pasar malam) dan tidak buka sepanjang hari. Tidak hanya itu, pasar tradisional juga dimiliki oleh setiap kecamatan jadi mudah dijangkau oleh pembeli setempat.

Pembeli pada pasar modern umumnya adalah warga setempat dan warga lainnya yang mungkin tidak berasal di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan pasar modern terkadang hanya tersedia di beberapa tempat tertentu, tidak seperti pasar tradisional yang tersedia di setiap kecamatan.

Meskipun saat ini banyak minimarket yang tersebar di penjuru kota  namun pembeli yang berbelanja di pasar modern bisa saja berasal dari tempat lain karena pasar modern memiliki jam operasional yang lebih panjang, bahkan ada yang buka 24 jam.

7. Kenyamanan dan Pelayanan

Perbedaan pasar modern dan pasar tradisional memiliki sistem penjual melayani pembeli sepenuhnya mulai dari ambil barang, timbang (untuk produk tertentu), hingga proses pembayaran. Keuntungannya adalah adanya interaksi dan komunikasi yang sangat baik yang bisa dilakukan oleh sehari – hari. Namun, kondisi di pasar tradisional pada umumnya tidak terlalu tertib dan nyaman bagi sebagian orang. Pasar tradisional umumnya terletak di ruangan semi terbuka dan pengelolaan limbah belum terlalu berjalan dengan baik. Hal ini mengakibatkan pasar tradisional terlihat agak lembab dan agak kotor.

Pasar modern memiliki sistem self service dimana pembeli mengambil sendiri barang yang dibutuhkan para pembeli. Pembayaran akan dibantu oleh petugas yang dipekerjakan oleh pemilik pasar (penjual). Untuk masalah kenyamanan, pasar modern sudah berdiri di atas bangunan tetap dan dilengkapi pendingin udara sehingga terasa lebih nyaman. Keuntungan lainnya adalah pasar modern sudah memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu sehingga meminimalkan tampilan yang terkesan tidak kotor dan kumuh.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *