ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Multi Level Marketing (MLM) adalah? Bisnis Menguntungkan / Merugikan

2 min read

multi level marketing

multi level marketingMLM atau multi level marketing adalah suatu sistem penjualan yang terbentuk atas dasar keanggotaan. Pelaku bisnis ini bukan hanya mendapatkan keuntungan dari penjualan mereka sendiri, namun juga keuntungan yang diperoleh dari anggota yang berhasil direkrutnya.

MLM sekarang banyak dikonotasikan dengan bisnis yang negatif. Banyak yang mengaku tertipu atas skema yang dibangun oleh sistem multi level marketing atau MLM tersebut. Tak ayal semua orang akan menghindari MLM. Karena banyak sekali MLM yang mengatasnamakan investasi, orang banyak yang tertarik untuk mencoba. Namun karena hal itu orang yang telah kecewa dengan multi level marketing dengan sepihak akan mengatakan bahwa segala jenis investasi adalah bruk dan merugikan. Terlebih dalam dunia online.

Perlu ditegaskan, bahwa multi level marketing adalah dua hala yang sangat berbeda. Jika anda sedikit lebih banyak mengumpulakan referensi, maka anda akan dengan mudah mengetahui perbedaan antara MLM dan investasi.

Sejarah Multi Level Marketing MLM

Asal-usul dari pemasaran berantai atau berjenjang, skema piramida atau istilah lainnya masih menjadi perdebatan. Namun bisnis MLM diyakini telah ada sejak tahun 1920-an. Sampai akhirnya pada akhir 1970-an model pemasaran MLM cukup populer di Amerika Serikat dan berkembang sampai sekarang.

Baca Juga : Bisnis Online Jadi Anak Emas, 5 Peluang Pekerjaan Baru untuk Anda!!

Apakah MLM adalah Penipuan?

Tidak semua bisnis multi level marketing adalah penipu. Banyak juga MLM yang sukses dan terbukti menguntungkan untuk setiap anggotanya.

Metode yang digunakan pelaku bisnis MLM adalah memotong rantai distribusi dan biaya iklan. Mengingat kedua hal tersebut adalah penyebang meningkatnya harga jual menjadi sangat tinggi. Dan mengubah pemanfaatan dan sebagai hadiah dan bonus bagi setiap membernya, tentunya dengan kualifikasi yang lebih tinggi dari setiap anggotanya.

Namun, banyak juga pelaku MLM yang curang dalam menjalankan bisnisnya. Mereka hanya menebarkan jani-jani manis dan bonus yang besar, namun itu tak pernah mereka tepati. Sialnya banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika mendengar kata sukses dan bonus yang tinggi, tak bisa dipungkiri mereka menjadi korban MLM bodong.

Memilih Bisnis MLM yang Menguntungkan

Setidaknya jika anda benar-benar tertarik dengan dunia MLM, anda harus mengetahu beberapa kriteria dibawah ini:

1. Bisnis MLM yang Telah Terdaftar di APLI dan Memiliki SIUPL

Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) adalah salah satu wadah bagi pelaku bisnis MLM untuk mendapatkan sertifikasi. Latar belakang berdirinya APLI adalah karena aturan hukum di Indonesia dianggap belum baku dalam mengatur penjualan langsung. Dari hal inilah akhirnya mendorong beberapa perusahaan MLM menciptakan aturan bersama dan kode etik yang disepakati bersama dalam APLI. Untuk bisa bergabung dengan APLI ini perusahaan MLM harus harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk bisa mendapat sertifikasi. Selain itu, perusahaan MLM yang menjadi anggota APLI ini hanyalah dibatasi pada perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi persyaratan sebagai perusahaan penjual langsung.

Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) Banyak orang tidak mengetahui bahwa membuat sebuah perusahaan MLM perlu memiliki SIUPL, dan perhatikan juga bahwa SIUPL menempel pada sebuah produk, bisa saja dalam sebuah perusahaan memiliki produk A dan B, lalu yang telah diberikan izin SIUPL adalah produk A, sehingga dengan menjual A dan B secara MLM sebenarnya produk B dapat dikatakan ilegal.

Baca Juga : Big data adalah ? Pengertian dan Keuntungan Big Data

2. Memilih MLM dengan Sitem yang Berjalan Baik

Ketika suatu sistem MLM yang anda pilih benar-benar telah beroperasi dengan baik, anda akan semakin mendapatkan peluan untuk berhasil. Teliti apakah mereka benar menepati janji mereka sebagai badan perusahaan. Melihat bagaimana para anggota apakah mendapatkan keuntungan atau malah mengalami kerugian yang sangat banyak.

3. Kesenjangan Antara Upline dan Downline

Upline adalah anggota ynag telah terlebih dahulu bergabung, sedangakn Downline adalah keterbalikannya. Tentu upline akan sangat berpengaruh pada perkembangan peusahaan MLM mereka. Namun tanpa downline mereka juga tidak perna akan berhasil.

MLM yang baik akan menuntut para upline untuk menuntun para downline mereka. bekerja bersama dan menghasilkan bersama. Ketika anda mendapatkan mentor atau upline yang baik, maka keberhasilan anda akan semakin berpeluang.

4. MLM dengan Produk yang Potensial

Tentu jika produk yang anda tawarkan tidak menarik, maka siapau tidak akan pernah sudi membelinya. Cari tahu pangsa pasar produk dari perusahaan MLM anda. Apakah potenisal dan mudah untuk dipasarkan atau tidak.

Lebih baik lagi ketika perusahaan MLM mau memberi jaminan dan garansi terhadap produk mereka. Hal tersebut akan memudahkan anda dalam memasarkan produk tersebut.

Baca Juga : Kuantitas Vs. Kualitas Produk Bisnis Anda, Manakah yang Lebih Penting?

Tentu kesuksesan bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Namun dengan kegigihan dan tekad Anda semua maka kita akan memperoleh tujuan yang kita cita-citakan. Jangan pernah malu untuk bertanya dan hargai setiap proses yang berlangsung disetiak menit kehidupan kita.

 

 

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Motivasi Kerja Keras

ronisafaat
4 min read

Nama Perusahaan

ronisafaat
1 min read

Usaha Kecil Menengah

ronisafaat
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *