ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Macam Macam Metode Pembelajaran

5 min read

Macam Macam Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah sebuah pemberlakuan sebuah rancangan atau macam-macam strategi pendidikan untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Banyak pengajar yang melakukan perbaikan dan mencari metode yang paling tepat yang bisa diterapkan dalam proses mereka menagajar,

Pengertian dan Macam-macam metode pembelajaran mempunyai banyak sekali jenis dan strategi yang bisa diterapkan. Tidak semua strategi yang baik dan telah di uji coba juga akan berlaku sama ditempat lain. Metode pembelajaran sangat bersifat adaptif dan kondisional.

Untuk pembahasan lebih lanjut semaur.com akan memberi ulasan mengenai metode-metode pembelajaran. Apakah semua akan cocok unutk diterapkan dalan siklus pendidikan kalian?

a. Pengertian Metode Pembelajaran Adalah

Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Yaitu suatu cara yang dipilih oleh pendidik untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama yang diharapkan.

Mudahnya berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Hal ini dapat mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa.

Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang baik dan benar, proses belajar mengajar nampak menyenangkan dan tidak membuat para siswa tersebut suntuk, dan juga para siswa tersebut dapat menangkap ilmu dari tenaga pendidik tersebut dengan mudah.

Macam Macam Metode Pembelajaran

b. Pengertian metode pembelajaran menurut para ahli

  • Abdurrahman Ginting

Metode pembelajaran dapat dikatakan cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumberdaya terkait lainnya agar terjadi proses pemblajaran pada diri pembelajar.

  • Ahmadi (1997: 52)

Suatu pengetahuan tentang cara cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instrukturnya.

  • M. Hasby Ashydiqih

Metode Pembelajaran berpendapat bahwa, metode pembelajaran adalah seperangkat cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

  • Geriach Ely dalam bukunya Strategi Dalam Proses Belajar

Metode pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan p elajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa.

  • Nana Sudjana (2005: 76)

Metode pembelajaran adalah, “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran yang akan mereka pelajari”

  • M. Sobri Sutikno (2009: 88)

Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan bersama-sama.

  • Gerlach dan Elly ( 80:14)

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan informasi kepada mereka.

  • Salamun (dalam Sudrajat, 2009:7)

Metode pembelajaran ialah sebuah cara cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda dibawah kondisi yang berbeda.

c. Macam macam Metode Pembelajaran

Adapun macam-macam metode pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Metode Ceramah

Metode ini merupakan cara konvensional, yaitu dengan menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling praktis dan ekonomis, namun terdapat beberapa kekurangan di dalamnya.

2. Metode Pembelajaran Diskusi

Metode diskusi adalah suatu metode pengajaran yang mengedepankan aktivitas diskusi siswa dalam belajar memecahkan masalah. Metode ini dilakukan dengan membentuk kelompok diskusi untuk membahas suatu masalah.

3. Metode Demonstrasi

Ini adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara bentuk praktikum sehingga siswa melihat langsung apa yang sedang dipelajari. Metode ini biasanya lebih menarik dan membuat siswa lebih fokus terhadap materi pelajaran.

4. Metode Ceramah Plus

Mirip dengan metode ceramah pada umumnya, namun disertai dengan metode lain dalam penyampaian materi pelajaran. Misalnya;

  • Metode ceramah plus tanya jawab.
  • Metode ceramah plus diskusi dan tugas.
  • Metode ceramah plus demostransi dan latihan.

5. Metode Pembelajaran Resitasi

Metode ini mengharuskan para siswa membuat suatu resume mengenai materi yang sudah disampaikan oleh pengajar. Resume tersebut dituliskan di dalam kertas dengan menggunakan kata-kata sendiri dari para murid.

6. Metode Eksperimen

Metode eksperimen dilakukan dengan kegiatan praktikum atau percobaan lab sehingga siswa dapat melihat materi pelajaran secara langsung.

7. Metode Karya Wisata

Ini adalah metode belajar dengan memanfaatkan lingkungan atau tempat-tempat tertentu yang memiliki sumber ilmu bagi siswa. Metode ini harus mendapat pengawasan langsung dari guru.

8. Metode Latihan

Metode latihan atau training adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara melatih keterampilan (soft skill) para siswa dengan cara merancang, membuat, atau memanfaatkan sesuatu.

9. Metode Perancangan

Pada metode ini, siswa dirangsang untuk mampu membuat suatu proyek yang nantinya akan diteliti.

10. Metode Debat

Dalam metode ini, siswa saling beradu argumentasi, baik secara perorangan maupun berkelompok. Debat tersebut dilakukan secara formal dengan aturan tertentu dimana tujuannya untuk membahas suatu permasalahan dan cara penyelesaian masalah.

11. Metode Skrip Kooperatif

Metode pembelajaran ini memasangkan siswa dan menuntut siswa untuk menyampaikan intisari dari materi pelajaran secara lisan agar lebih mudah untuk dipahami. Pada akhir sesi, guru akan memberikan kesimpulan dari pokok materi pelajaran yang mereka pelajari.

12. Metode Pembelajaran Mind Maping

Metode ini menerapkan cara berpikir yang runtun dan berurutan terhadap suatu permasalahan, bagaimana terjadinya masalah, dan bagaimana penyelesaiannya. Dengan metode ini, siswa dapat meningkatkan daya analisis dan berpikir kritis sehingga memahami masalah dari awal hingga akhir.

13. Metode Pembelajaran Inquiry

Metode pembelajaran ini dapat mendorong para siswa untuk menyadari apa saja yang telah diperoleh selama belajar. Dalam metode ini melibatkan intelektual dan mendorong siswa memahami bahwa apa yang telah dipelajari adalah sesuatu yang berharga.

14. Metode Pembelajaran Discovery

Metode discovery dilakukan dengan cara mengembangkan cara belajar siswa aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih baik. Dalam hal ini, siswa mencari jawaban terhadap pertanyaannya sendiri sehingga mengingatnya lebih baik.

15. Metode Berbagi Peran

Metode pembalajaran dengan cara berbagi peran (role playing) dilakukan dengan melibatkan siswa untuk memerankan suatu karakter atau situasi tertentu. Metode ini dapat melatih komunikasi siswa dalam berinteraksi dengan orang lain.

d. Fungsi dan Manfaat Metode Pembelajaran

Ada beberapa manfaat metode pembelajaran diantaranya:

  1. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat atau gairah belajar bagi para siswa.
  2. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian para siswa.
  3. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk berekspresi yang kreatif dari kepribadian siswa.
  4. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat merangsang keinginan dan dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi ( pembaharuan ).
  5. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik siswa dengan teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi yang baik.
  6. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat meniadakan penyajian yang bersifat verbalistik dan menggantinya, dengan pengalaman atau situasi nyata dan bertujuan.
  7. Metode mengajar yang digunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai- nilai dan sikap- sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara belajar yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membimbing siswa agar dapat atau mampu bertanggung jawab sendiri.( Jusuf Djajadisastra 1982)

e. Beberapa macam strategi pembalajaran  

Menurut Sanjaya (2007 : 177-286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru atau pengajar:

1. Strategi pembelajaran ekspositori

2. Strategi pembelajaran inquiry

3. Strategi pembelajaran berbasis masalah

4. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir

Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada menambah kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan sebelumnya.

Dari pengertian di atas terdapat beberapa hal yang terkandung di dalamstrategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Pertama, strategi pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir mereka, artinya tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.

Kedua, telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak yang telah mereka didik.

5. Strategi pembelajaran kooperatif

Model pembelajaran kelompok adalah berbagai rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dendan pembentukan kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu: (a) adanya berbagai kegiatan peserta dalam kelompok, (b) adanya aturan kelompok, (c) adanya upaya belajar setiap kelompok, dan (d) adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar. Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/ tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok yang akan dibentuk. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.

6. Strategi pembelajaran kontekstual CTL

7. Strategi pembelajaran afektif

Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan murid. Afektif berhubungan dengan nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian  yan baik dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah akan mudah untuk dilakukan. Apabila menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sikap anak itu baik, misalnya dilihat dari kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang bersangkutan, sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru terhadap anak didik atau murid. Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan keluarga. Strategi pembelajaran afektif pada umumnya menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konflik atau situasi yang problematis untuk mereka. Melalui situasi ini diharapkan siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dianggapnya baik.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *