ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Pengertian Kultur Jaringan

4 min read

Pengertian Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah metode yang bertujuan untuk mengisolasi salah satu bagian dari tanaman seperti sekelompok sel ataupun jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, yang dapat menyebabkan bagian tanaman tersebut untuk memperbanyak diri tumbuh menjadi sebuah tanaman yang lengkap kembali.

Seperti yang kita tahu, kita memasuk zaman modern yang serba canggih dan meuntut fleksibilats sempura dengan hasil yang sempurna.

Munculah adanya teknik kultur jaringan yang menjadi salah satu cara untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif.

Pengertian Kultur Jaringan

Pegertian Kultur Jaringan adalah

Pengertian kultur jaringan adalah suatu teknik memperbanyak tanaman dengan menggunakan cara isolasi salah satu bagian tanaman seperti daun, mata tunas, dan untuk menumbuhkan bagian-bagian tersebut ke dalam media buatan secara aseptik.

Media yang digunakan dalam kultur mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah yang tertutup yang dapat tembus cahaya sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri serta bergenerasi menjadi sebuah tanaman lengkap.

Manfaat Kultur Jaringan

Manfaat kultur jaringan salah satunya sebagai teknik perbanyakan massal tanaman yang pada biasanya lambat dengan menggunakan metode konvensional dalam jumlah yang besar dapat tumbuh dalam waktu singkat, dapat memperoleh tanaman yang bebas dari virus. Untuk lebih lengkapnya, berikut manfaat kultur jaringan

  1. Kultur jaringan adalah cara cepat untuk memperbanyak tanaman dibandingkan dengan cara konvensional.
  2. Bibit tanaman yang lebih bermutu.
  3. Sifat dari induk yang tidak hilang.
  4. Cara untuk mengembangbiakkannya yang mudah serta ekonomis.
  5. Untuk mendapatkan bibit yang baru, tidak tergantung musim pada saat itu.
  6. Dapat menghasilkan tanaman yang terbebas dari segala macam penyakit.
  7. Bibit tanaman yang dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan ditanam di tanah.
  8. Waktu dan tempat yang dapat dihemat.
  9. Memperoleh bibit baru dalam jumlah yang besar.

Teknik kultur jaringan mempunyai banyak sekali manfaat kultur jaringan terhadap reproduksi tanaman, namun teknik kultur jaringan ini juga mempunyai dampak negatifnya.

Teknik kultur jaringan memerlukan individu  yang mempunyai keahlian dalam bidang tersebut, hal ini karena tanpa adanya keahlian teknik tersebut cenderung akan gagal. Modal awal untuk menggunakan teknik tersebut relatif mahal, dan bibit yang dihasilkan juga harus diaklimatasi terlebih dahulu, hal ini karena kondisinya yang cenderung aseptik dan lembab. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan juga penggunaan teknik tersebut agar tidak menimbulkan kerugian.

Manfaat kultur jaringan dalam budidaya buah :

  1. Buah yang dihasilkan akan memiliki ukuran yang seragam.
  2. Rasanya yang seragam antara buah tanaman satu dengan tanaman yang lainnya.
  3. Buahnya memiliki warna yang menarik, dan lain sebagainya.

Keuntungan Kultur Jaringan

Keuntungan adanya teknik kultur jaringan adalah sebagai berikut:

  1. Mendapatkan tanaman yang baru dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya.
  2. Memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul
  3. Jumlah yang dihasilkan banyak, tidak terbatas
  4. Bibit terhindar dari hama penyakit
  5. Perbanyakan tumbuhan/kultur dapat dilakukan secara cepat dan hemat waktu
  6. Pengadaan bibit tidak tergantung musim
  7. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak
  8. Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah

Proses Kultur Jaringan

Adapun beberapa tahap-tahap dalam kultur jaringan diantaranya yaitu:

a. Tahap Persiapan

Kalian harus benar-benar memperhatikan semua hal seperti seorang quality checker (QC) bekerja. Tahap persiapan ini meliputi yaitu:

Persiapan Ruangan Dan Alat-Alat Yang Akan Digunakan
Hal ini merupakan tahap yang pertama dan sangat penting karena tahap ini dapat menjadi faktor yang akan menentukan keberhasilan teknik kultur ini ialah dari tingkat sterilisasi yang tinggi. Dengan adanya bahan tanaman dan media tanam yang akan digunakan sebagai eksplan yang bisa diperoleh dari daun, tunas, cabang, batang, akar, embrio, kotiledon ataupun bagian-bagian tanaman lainnya.

Sterilisasi Eksplan
Hal ini dilakukan dengan merendam eksplan dalam larutan kimia tertentu, diantaranya alkohol, NaOCI, CaOCI (kaporit), HgCI2 (sublimat), serta H2O2.

Persiapan Media Tanam
Media tanam yang sangat mendukung pertumbuhan eksplan haruslah mengandung sukrosa dan hara dalam kosenterasi yang cukup. Biasanya media tanam di taruh di dalam botol-botol kaca yang transparan.

b. Tahap Inisiasi Kultur

Ini merupakan tahap penanaman awal, Eksplan yang telah disterilisasi kemudian ditanam pada media yang telah dipersiapkan. Media yang sesuai merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan pada tahap selanjutnya. Setelah penanaman selesai, botol-botol berisi eksplan kemudian disimpan di dalam ruangan tersendiri dimana suhu, kelembaban dan cahaya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan eksplannya.

c. Tahap Multiplikasi Tunas

Eksplan akan membentuk akar pada awal minggu dalam pertumbuhan, lalu dilanjutkan dengan pertumbuhan pada tunas-tunasnya. Yang dimana tunas-tunas tersebut kemudian dipisahkan untuk mendapatkan tanaman yang baru lagi. Multiplikasi tunas dapat dilakukan dengan memisahkan ujuang tunas yang sudah ada yang telah menghasilkan ruas dan buku baru, tunas-tunas lateral, tunas adventif serta dengan cara embrio somatik.

d. Tahap Pemanjangan Tunas, Induksi Akar Dan Perkembangan Akar

Pada tunas-tunas yang telah dipisahkan kemudian membentuk bagian-bagian tanaman lengkap, termasuk bagian perakaran. Tahapan ini tidak berlaku terhadap tanaman yang mudah sekali berakar. Induksi akar adalah suatu proses memicu pertumbuhan akar yang biasanya dilakukan dengan penambahan zat pengatur tumbuh terutama dari golongan auxin. Planlet dipindahkan ke media yang mengandung zat pengatur tumbuh.

e. Tahap Aklimatisasi

Dalam tahap Aklimatisasi ini merupakan tahap pemindahan plantlet dari ruang tumbuh pertama ke lingkungan habitat, atau dapat dikatakan dengan istilah lain pemindahan plantlet dari kondisi terkontrol di dalam botol ke lingkungan luar. Kondisi luar yang tidak stabil sangat rentan bagi plantlet-plantlet.

Oleh karena itu plantlet tidak langsung dipindahkan ke lapangan melainkan ke tempat-tempat persemaian atau dirumah kaca. Kondisi lingkungan terutama suhu dan kelembaban sedikit demi sedikit diubah hingga menyemai dengan kondisi di lapangan. Hal tersebut dapat dilakukan agar plantlet-plantlet dapat menyesuaikan kondisi lingkungannya sampai nanti dipindahkan ke lingkungan tumbuhnya seperti semula.

Tujuan kultur jaringan adalah

  • Cara cepat untuk memperbanyak tanaman dibandingkan dengan menggunakan cara konvensional.
  • Bibit tanaman lebih bermutu
  • Sifat induk tidak hilang.
  • Cara pengembangbiakannya sangat mudah dan ekonomis.
  • Tanaman terbebas dari penyakit
  • Bibit tanaman lebih cepat tumbuh daripada ditanam di tanah.
  • Untuk memperoleh bibit baru tidak tergantung dengan musim.
  • Waktu dan tempat bisa dihemat.

Seperti yang kalian pelajari di sekolah, pengertian kultur jaringan adalah suatu teknik untuk mengisolasi bagian tanaman seperti, jaringan, sel, atau organ (pucuk, batang, daun, dan akar) kemudian bagian tersebut ditumbuhkan secara aseptis (bebas dari hama) pada medium budidaya atau invitro.

Pada kondisi tersebut suatu tanaman dapat membentuk tanaman yang baru. Cara pemisahan bagian tanaman tersebut dilakukan secara kimiawi atau enzimatis dan secara mekanis.

Media Kultur Jaringan

Medium yang biasa digunakan untuk kultur jaringan adalah:

1. MS (Musashige dan Skoog) untuk kultur berbagai tanaman. MS mengandung senyawa nitrogen dan gara mineral.

2. BS untuk kultur suspensi tanaman terong-terongan.

3. N6 untuk digunakan pada tanaman padi.

4. White untuk digunakan pada bagian akar. White mengandung garam mineral yang konsentrasinya rendah.

5. VW untuk digunakan pada anggrek.

6. WPM untuk digunakan pada tanaman berkayu.

Pada umumnya, media yang gunakan untuk kultur jaringan adalah media yang mengandung garam organik (unsur makro dan unsur mikro), zat organik, substansi organik yang kompleks (seperti air kelapa dan buah-buahan), pHtertentu, dan arang aktif (bahan tambahan).

Contoh Tanaman Hasil Kultur Jaringan

Contoh dari tanaman yang sudah berhasil dikembangbiakan dengan teknologi kultur jaringan yaitu :

  1. anggrek cattleya
  2. pisang abaka
  3. kelapa sawit
  4. jati mas
  5. pisang lampung.

Tanaman pisang lampung yang merupakan salah satu hasil dari kultur jaringan memiliki sifat yang baik, yaitu tahan terhadap hama dan penyakit, cepat berbuah, produksi buah tinggi, kualitas buah lebih baik, dan kecil kemungkinan untuk terjadinya penurunan hasil (baik kuantitas maupun kualitasnya). 

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *