ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Kuantitas Vs. Kualitas Produk Bisnis Anda, Manakah yang Lebih Penting?

2 min read

kualitas produk

kualitas produkKualitas adalah mutu atau tingkat baik buruknya, taraf atau derajat segala sesuatu yang mengandung nilai. Kuantitas adalah besaran nilai jumlah (angka) dari hal seperti barang, jasa, karya dan lain sebagainya yang bisa dihitung. Kedua hal ini sangat berpengeruh terhadap perkembangan bisnis anda. Kualitas produk dan kuantitas produk bisa saja menjadi opsi yang menarik untuk digunakan dalam sistem opersi bisnis anda. Lalu manakah yang lebih baik antara kualitas vs. kuantitas ?

Kualitas lebih penting daripada kuantitas (jumlah). Itu adalah salah satu pepatah dan pegangan yang kita dapat sedari kita masih duduk belajar di kelas. Konsep yang sepertinya mudah dan sangan gampang untuk diterapkan. Namun dengan keadaan sekarang ini, Kualitas tak melulu memberi efek positif terhadap suatu bisnis. Seperti memasang pasak bundang kedalam lubang persegi, tidak akan pernah berhasi karena tidak sesuai dengan kondisi yang tengah berlangsung.

Tingkat Keberhasilan dengan Sistem Kuantitas

Alasan mengapa sangat sulit untuk lebih mengutamakan dan menekankan kualitas produk daripada kuantitas adalah sederhana. Bisnis didirikan untuk menghasilkan uang secepat mungkin dan pada margin keuntungan setinggi mungkin. Membuat produk dengan kualitas tinggi cenderung mahal dan menghabiskan waktuyang lebih banyak. Memaksakan harus dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi, sehingga produk anda kurang menarik bagi konsumen.

Produk yang berkualitas biasa-biasa saja, diproduksi dengan cepat di pabrik-pabrik yang terikat dengan komitmen waktu minimal per produk (deadtime), cenderung jauh lebih menguntungkan. Dengan margin yang lebih tinggi serta titik harga yang lebih rendah dan akan lebih menarik bagi konsumen. Pengadopsi terkenal dari model bisnis ini adalah Wal-Mart.

Baca juga : Teknik Penjualan Paling Efektif untuk Usaha Rintisan atau UMKM

Tidak Mengabaikan Kualitas

Namun, manajer bisnis tidak boleh sepenuhnya mengabaikan pentingnya kualitas produk daripada kuantitas. Jika produk Anda dikenal karena konstruksi dan kualitah bahan yang buruk. Dengan adanya internet, setiap kata dan informasi bergerak dengan cepat. Penjualan Anda secara keseluruhan akan cepat menurun bahkan hilang. Konsumen modern cenderung mencari pendapat online (review) sebelum membeli barang .Bukankah Anda lebih suka bahwa mereka menyambut dengan aliran komentar yang menguntungkan produk anda dibandingkan dengan malah kebanjiran nada marah dan protes bukan?

Mari kita lihat beberapa contoh di mana kualitas melebihi kuantitas telah membuat beberapa perusahaan ini sukses. Dalam industri otomotif, model bisnis BMW yang menjual mobil mewah dengan baik terbagi dalam berbagai tingkatan telah menjadi standar bagi perusahaan yang ingin menekankan kualitas produk. BMW menawarkan kendaraan andalannya dalam tiga rasa :

  • The compact 3 series
  • The mid-size 5-series
  • and luxury 7-series

semua ditujukan untuk pasar yang berbeda. Selain itu, ia juga menjual asessoris yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatan konsumen yang telah terbentuk. Memulai dari tingkan ekonomis hingga tingkat eksklusif mereka menyediakan. Penjelasan BMW yang jelas tentang tingkatan-tingkatannya, dan tidak lupa untuk mempertahankan aura kemewahan produk secara keseluruhan, merupakan inspirasi bagi Steve Jobs ketika ia kembali ke Apple pada akhir 1990-an. Di Apple, Jobs meniru sistem harga berjenjang BMW dengan komputer dan jajaran iPod-nya. BMW dan Apple adalah contoh cemerlang yang menawarkan produk berkualitas pada berbagai tingkat harga dapat menarik jumlah pelanggan yang maksimal dengan harga premium.

Baa juga : Semakin Efisien!!! Menggunakan Teknologi untuk Usaha dan Bisnis Plan

Pengaruh Desain dan Kemasan Produk

Sebagian besar kualitas produk berasal dari desain produk. Anda harus memiliki tim desain produk yang dapat menciptakan desain yang menarik sekaligus menjaga biaya produksi tetap terkendali. Tujuan Anda seharusnya adalah menciptakan ilusi produk mahal yang sebenarnya murah untuk diproduksi. Ini tidak berarti membuka jalan pintas dan menurunkan kualitas.

Sebaliknya, Anda harus mengurangi jumlah komponen yang diperlukan, merampingkan desain dan menghilangkan redundansi. Johnathan Ive, kepala perancang di Apple, adalah ahli konsep ini. Dengan hanya mengganti eksterior plastik murah dari produk komputernya dengan aluminium yang licin dan memiliki airbrush serta meminimalkan jumlah sekrup yang terlihat, ia mengatur produknya jauh di atas yang lain, dan pelanggan berbaris untuk membayar “premium Apple” untuk produknya yang tampak futuristik. Menerapakan pada produk mereka seperti iPad, iPhone dan iMac. Pelanggan atau konsumen akan kembali jika produk Anda terasa nyaman di tangan mereka.

Kualitas melebihi kuantitas – ini adalah pelajaran kuno yang sebagian dari kita memilih untuk mengabaikannya. Meskipun mengorbankan pada babak awal untuk yang terakhir dapat memberi Anda beberapa keuntungan jangka pendek, Anda akan cepat kehabisan tenaga ketika pelanggan anda tidak pernah kembali. Menjaga kualitas produk daripada kuantitas akan meningkatkan reputasi perusahaan Anda dan meningkatkan loyalitas produk, yang akan menjaga bisnis Anda berkelanjutan dalam jangka panjang.

 

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Usaha Kecil Menengah

ronisafaat
2 min read

Perencanaan Usaha

ronisafaat
2 min read

Konsep Pemasaran

ronisafaat
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *