ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Hak Asasi Manusia (HAM)

4 min read

Hak Asasi Manusia HAM

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah suatu hak yang telah ditetapkan dan didapatkan sejak dia lahir dan selamanya. Dalam beberapa contoh dan tujuan HAM di bentuk untuk melindungi dan memastikan kita hidup dengan layak dalam lingkungan sosial.

Pengertian dan Tujuan Hak Asasi Manusia dalam sejarah mengalami banyak pembaharuan dan penyesuaian dalam perjalanannya. Namun diyakini dnegan adanya HAM masyarakat akan hidup lebih damai dan sesuai dnegan tatanannya.

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

HAM merupakan hak-hak dasar manusia yang dimiliki sejak berada dalam kandungan dan setelah lahir ke dunia (kodrat) yang berlaku secara universal dan diakui oleh semua orang. HAM yaitu singkatan dari Hak Asasi Manusia, dimana masing-masing kata tersebut memiliki makna.

HAM secara umum menurut bahasa adalah “Hak” dalam hal ini berarti sebagai kepunyaan atau kekuasaan atas sesuatu, sedangkan “Asasi” adalah sesuatu hal yang utama dan mendasar. Jadi, HAM secara singkat adalah suatu hal yang mendasar dan utama yang dimiliki oleh manusia.

Hak Asasi Manusia HAM

Sejarah HAM | Hak Asasi Manusia

Walau HAM merupakan konsep yang lahir pada abad ke 17 dan 18 dan pengembangannya dilakukan di Eropa dan Amerika tapi secara esensi kita dapat melacaknya hingga tradisi tradisi luhur di zaman dahulu. tidaklah terlepas dari sifat HAM yang alamiah itu sendiri yang sangat berhubungan dengan upaya-upaya yang bertujuan dalam menciptakan humanisasi kehidupan itu sendiri.

Tidak jarang dalam sejarah HAM tersebut disertai dengan perjuangan yang berbentuk kekerasan. Pandangan inilah yang menjadi bagian pokok hal yang diyakini dalam komisi HAM PBB dalam melaksanakan tugasnya untuk merancang sebuah Dokumen Deklarasi Universal HAM.

Sejarah HAM: Awal Kemunculan

Sudah lama sebelum konsepsi HAM yang sekuler rasionalistik yang sekarang ada, tradisi keagamaan yang terdapat dalam berbagai peradapan kuno manusia telah memberikan fondasi yang cukup walaupun belum memadai. Walaupun dalam tradisi tradisi keagamaan tersebut belum cukup untuk menjadikan sebagai fondasi HAM bagi masyarakat yang memiliki anggota yang beraneka ragam atau plural tapi dalam beberapa sumber diakui bahwa dapat menjadi alternatif yang potensial dalam menegakkan HAM menjadi lebih baik.

HAM pertama kali pada masa awal perjalanan umat manusia tidak dapat dilepaskan dari perjalanan agama tersebut. Ini sangat terlihat dalam masalah kebebasan beragama. Contohnya saja, masyarakat walaupun memiliki kecenderungan untuk mengelompokkan dirinya dengan kepercayaan yang dianutnya.

Keadaan inilah yang membuat masyarakat tidak memaksakan kepercayaannya pada masyarakat lain. Atau dengan kata lain, dalam masyarakat awal ini kepercayaan ataupun agama bersifat ekslusif. Akan tetapi, ini tidak berarti toleransi beragama dianggap rasional. Bahkan bagi yang tidak beragama akan sangat dihindari.

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Menurut Para Ahli

1. John Locke

Menurut John Locke, HAM yaitu hak-hak yang langsung diberikan Tuhan kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Oleh karena itu, tidak ada kekuatan apapun di dunia yang bisa mencabutnya. HAM ini yang bersifat mendasar (fundamental) bagi kehidupan manusia dan pada hakikatnya sangat suci.

2. Jan Materson

Menurut Jan Materson (komisi HAM PBB), pengertian HAM adalah hak-hak yang ada pada setiap manusia yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

3. Miriam Budiarjo

Menurut Miriam Budiarjo, HAM adalah hak yang dimiliki setiap orang sejak lahir ke dunia, hak itu sifatnya universal sebab dimiliki tanpa adanya perbedaan kelamin, ras, budaya, suku, dan agamanya.

4. Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Sedangkan menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, HAM adalah suatu hak yang sifatnya asasi atau mendasar. Hak-hak yang dimiliki setiap manusia berdasarkan kodratnya yang pada dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga sifatnya suci.

5. Oemar Seno Adji

Oemar Seno Adji mengatakan, HAM adalah hak yang melekat pada setiap martabat manusia sebagai insan dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang bersifat tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

6. Jack Donnely

Menurut Jack Donnely, definisi HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia yang memilikinya bukan karena telah diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata karena berdasarkan martabatnya sebagai manusia.

7. UU No 39 Tahun 1999

Menurut UU No 39 Tahun 1999 pasal 1,HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dimana hak tersebut merupakan anugerah yang wajib di dilindungi dan hargai oleh setiap manusia.

8. David Beetham dan Kevin Boyle

Menurut David Beetham dan Kevin Boyle, pengertian HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.

Ciri- ciri Khusus Hak Asasi Manusia

  1. HAM tidak diberikan kepada seseorang, melainkan merupakan hak semua orang, baik itu hak sipil, hak politik, hak ekonomi, hak sosial, dan hak budaya.
  2. HAM tidak dapat dicabut, dihilangkan, atau diserahkan
  3. HAM bersifat hakiki, yaitu hak yang sudah ada sejak manusia lahir ke dunia
  4. HAM yang bersifat universal sehingga berlaku bagi semua manusia tanpa memandang status, suku, gender, dan berpedaan lainnya.

Macam macam Hak Asasi Manusia (HAM)

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)

Ini adalah hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi setiap individu. Beberapa contoh hak asasi pribadi diantaranya:

Kebebasan untuk bepergian, bergerak, berpindah ke berbagai tempat.
Kebebasan dalam menyampaikan pendapat.
Kebebasan dalam berkumpul dan berorganisasi.
Kebebasan dalam memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan sesuai keyakinan masing-masing individu.

2. Hak Asasi Politik (Political Rights)

Dan ini merupakan hak asasi yang terkait dengan kehidupan politik seseorang. Beberapa contoh hak asasi politik diantaranya:

Hak untuk dipilih dan memilih dalam suatu pemilihan.
Hak dalam keikutsertaan kegiatan pemerintahan.
Hak dalam mendirikan partai politik dan organisasi politik.
Hak dalam membuat usulan petisi.

3. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)

Ini adalah hak mendapatkan kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Beberapa contoh hak asasi hukum diantaranya:

Hak untuk mendapat perlakukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
Hak seseorang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanaan hukum.

4. Hak Asasi Ekonomi (Property Rigths)

Ini merupakan hak masing-masing individu terkait dengan kegiatan perekonomian. Beberapa contoh hak-hak asasi ekonomi diantaranya:

Kebebasan dalam kegiatan jual-beli.
Kebesasan dalam melakukan perjanjian kontrak.
Kebebasan dalam penyelenggaraan sewa-menyewa dan hutang-piutang.
Kebebasan dalam memiliki sesuatu.
Kebebasan dalam memiliki pekerjaan yang pantas.

5. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Ini merupakan hak untuk mendapat perlakuan sama dalam tata cara pengadilan. Beberapa contoh hak-hak asasi peradilan diantaranya:

Hak untuk mendapatkan pembelaan hukum di pengadilan.
Hak untuk mendapatkan persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan, dan penyelidikan di muka hukum.

6. Hak Asasi Sosial Budaya (Social Culture Rights)

Ini adalah hak individu terkait dengan kehidupan bermasyarakat. Beberapa contoh hak asasi sosial budaya diantaranya:

Hak untuk menentukan, memilih, dan mendapatkan pendidikannya.
Hak untuk mendapatkan pengajaran.
Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

Contoh HAM dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian, serta berpindah-pindah tempat.
  2. Hak kebebasan dalam mengeluarkan atau menyatakan suatu pendapat.
  3. Hak kebebasan dalam memilih dan juga untuk aktif berorganisasi.
  4. Hak kebebasan dalam memilih, memeluk, dan menjalankan agama yang diyakini oleh setiap manusia.
  5. Hak guna untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum serta pemerintahan.
  6. Hak menjadi pegawai negeri sipil atau PNS
  7. Hak untuk mendapat layanan dan perlindungan hukum
  8. Hak kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan jual beli.
  9. Hak kebebasan dalam mengadakan perjanjian kontrak.
  10. Hak kebebasan dalam menyelenggarakan kegiatan sewa-menyewa atau utang piutang.
  11. Hak dalam mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan juga minat seseorang.
  12. Hak mendapatkan pengajaran
  13. Hak dalam memilih, menentukan, serta mendapatkan pendidikan
  14. Hak persamaan dalam perlakuan penggeledahan, penahanan, penyelidikan, penangkapan di muka hukum.
  15. Hak dalam mendapatkan pembelaan hukum di depan pengadilan.
  16. Hak memiliki serta mendapatkan pekerjaan yang layak.
  17. Hak kebebasan untuk mempunyai sesuatu
  18. Hak untuk membuat serta mengajukan usulan petisi.
  19. Hak guna untuk membuat dan mendirikan partai politik serta mendirikan organisasi politik lainnya.
  20. Hak ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintahan
  21. Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan umum.

Tujuan Hak Asasi Manusia (HAM)

  • Melindungi masyarakat dari kekerasan dan perbuatan seenaknya yang sewenang-wenang.
  • Agar manusia lebih bisa menghargai orang lain.
  • Agar manusia tidak sembarangan dalam bertindak. Perlindungan HAM diharapkan membuat orang sadar kalau ia tidak boleh melanggar hak asasi orang lain. Jika ia melakukannya, ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum.

Contoh Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)

1. Melakukan penindasan dan merampas hak asasi orang lain dengan cara brutal / sewenang-wenang.

2. Membatasi kebebasan rakyat dalam berkumpul dan menyatakan pendapat.

3. Memperlakukan tersangka secara tidak adil dan tidak manusiawi, seperti memberi hukuman yang tidak adil, dan lain-lain

4. Hasil dari pemilihan umum dimanipulasi sesuai keinginan dari penguasa atau partai otoriter (tidak adil karena sengaja menguntungkan pihak tertentu).

5. Petugas penegak hukum melakukan kekerasan terhadap rakyat.

6. Melakukan diskriminasi atau pelecehan, entah itu secara langsung ataupun tidak langsung, kepada orang yang memiliki perbedaan dari segi suku, ras, agama, etnis, dan lain sebagainya.

7. Melakukan penyiksaan hingga menimbulkan rasa sakit secara fisik ataupun mental.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *