ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Ciri-Ciri Usus Buntu dan Cara Mengobati

4 min read

Ciri-Ciri Usus Buntu dan Cara Mengobati

Apakah anda sering mengalami sakit perut bagian bawah sehingga menghambat aktivitas sehari-hari? Penyakit usus buntu sering juga disebut juga dengan istilah apendisitis ialah kondisi yang menyebabkan peradangan pada usus buntu.

Kondisi seperti ini membutuhkan penangan medis secepatnya. Jika tidak, usus buntu akan pecah dan penyebabkan infeksi berat yang dapat membahayakan nyawa.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mewaspadai tanda dan gejala awal usus buntu. Dengan begitu, kita bisa mengurangi resiko komplikasi dari penyakit ini.

Ciri-Ciri Usus Buntu dan Cara Mengobati

Beberapa tanda dan gejala yang paling khas dan terlihat adalah rasa nyeri di perut. Dengan begitu, penting untuk diketahui bahwa gejala tidak hanya sekedar sakit perut saja.

Adapun Ciri-ciri dan Gejala usus buntu yang terjadi seperti dibawah ini :

1. Sakit perut dibagian kanan bawah secara mendadak.

Dalam hal ini kebanyakan orang sering mengalami sakit perut yang intens dibanding dengan kram perut. Gejala ini terjadi karena usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Hal ini pun mengiritasi lapisan dinding perut , hingga membuat kita mengalami nyeri dibagian perut.

Bagian nyeri yang dialami pasien berbeda-beda, tegantung usia dan posisi usus buntunya. Biasanya nyeri perut dimulai pada perut tengah atas dekat pusar dan berpindah ke bagian perut kanan bawah.

Kram terjadi di punggung bagian bawah atau panggul. Sementara jika kita sedang hamil, rasa kehamilan karena terdorong oleh janin.

2. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

Selain sakit perut ,gejala yang lain adalah bisa menyebabkan mual dan muntah. Mengakibatkan, nafsu makan kita menurun drastis. Hal ini terjadi karena radang usus terkadang berdampak pada saluran pencernaan dan sistem saraf, hingga kemungkinan kita mengalami mual dan muntah.

3. Gangguan pencernaan

Kita juga akan mengalami beberapa gangguan pada pencernaan seperti konstipasi (sembelit) atau diare ketika gejala usus buntu menyerang.

Beberapa orang juga mengalami kesulitan buang angin. Bila kita mengalami kesulitan buang angin, maka kemungkinan besar adalah penyumbatan pada usus sudah terjadi sebagian atau menyeluruh.

4. Demam

Penyakit ini biasanya menyebabkan demam yang mencapai rata-rata 37 sampaI 38 derajat celcius. Bila semakin parah, demam bisa mencapai 38 derajat celcius disertai dengan peningkatan denyut jantung secara signifikan.

5. Sering buang air kecil

Usus buntu terletak di bawah panggul, sehingga posisinya bisa dibilang dekat dengan kandung kemih. Nah, ketika kandung kemih bersinggungan dengan usus yang meradang, maka hal itu akan mempengaruhi kandung kemih.

Dan mengakibatkan, kandung kemih akan mengalami peradangan. Hal itu membuat kita lebih sering buang air kecil.

Gejala usus buntu pada anak dan ibu hamil sangatlah berbeda

Dilansir dari Everyday Health, tidak semua pasien merasakan gejala seperti yang sudah disebutkan. Beberapa orang mungkin tidak mengalaimi gejala usus buntu secara menyeluruh (atipikal).

Bahkan menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2007 dalam The Journal of American Medical Association, gejala usus buntu anak-anak dengan orang dewasa tidak selalu sama. Oleh sebab itu harus paham betul dengan gejala-gejala pada anak.

Dilansir dari Healthline , balita yang usianya 2 tahun atau kurang sering menunjukan gejala usus buntu seperti berikut ini:

  • Demam
  • Muntah
  • Perut kembung
  • Keadaan perut membengkak, dan ketika ditepuk pelan terasa empuk
  • Sedangkan anak-anak dan remaja cenderung mengalami:
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut di bagian sisi bawah perut

Pada ibu hamil, gejalanya mungkin sama dengan beragam keluhan selama kehamilan seperti MORNING SICKNESS.

Gejala penyakit ini pada ibu hamil meliputi nafsu makan berkurang ,kram perut, mual dan muntah.

Usus buntu saat hamil menyebabkan rasa nyeri bukan di sisi kanan perut melainkan di bagian perut atas. Selain itu, gejala yang lain adalah terasa sakit ketika buang air.

Gejala tersebut pada umumnya seperti demam dan diare jarang tejadi pada ibu hamil.

Bagamana Cara Mendiagnosa Usus Buntu?

Sema seperti penyakit pada umumnya, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan kita secara keseluruhan. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara menekan perut bagian kanan bawah secara perlahan-lahan.

Dan untuk menetapkan diagnosis, dokter akan memeriksa lebih lanjut yang akan melibatkan:

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya infeksi.
  • Pemeriksaan urin untuk memastikan nyeri yang kita rasakab tidak disebabkan oleh infeksi saluran kencing atau batu ginjal.
  • Pemeriksaan imiging seperti rontgen, USG perut, atau computerized tomography (CT) untuk melihat usus buntu pasien.
  • Dokter juga akan melakukan pemeriksaan organ intim atau tes kehamilan dan bagi wanita yang belum memasuki masa menopause. Hal ini perlu dilakukan guna memastikan apakah pasien benar mengeluhkan karena gejala usus buntu atau justru penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengobati usus buntu?

Tergolong ringan, dokter akan memberi resep usus buntu seperti obat pereda nyeri dan antibiotik. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association menemukan bahwa antibiotik bisa membantu mengurangi rasa sakit pasien dengan radang akut.

Meskipun begitu, bukan berarti dengan hanya mengonsumsi obat antibiotik maka radang usus buntu bisa sembuh begitu saja.

Jika obat-obatan yang diberikan tidak membantu meringankan gejala yan kita rasakan ,maka dokter akan merekomendasikan pasiennya untuk melakukan operasi pengangkatan usus buntu. Dari banyak kasus, operasi bisa menjadi cara yang terbaik.

Dan perlu kita ketahui bahwa usus buntu sebenarnya tidak memiliki fungsi yang cukup penting bagi tubuh manusia. Itu meradang dapat diangkat melalui operasi yang disebut apendektomi, atau operasi usus buntu.

Ada 2 jenis apendektomi, yaitu:

1. Laparoskopi apedektoi

Sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut untuk mengetahui dan mengangkat usus buntu. Biasanya prosedur ini dilakukan pada kasus yang ringan. Banyak orang lebih memilih melakukan prosedur ini karena masa pemulihannya cenderung lebih cepat.

2. Apendektomi terbuka

Sebuah operasi yang memotong bagian perut kanan bawah untuk mengangkut usus dan membersihkan rongga perut. Karena melibatkan bedah terbuka, prosedur ini membutuhkan masa pemulihannya lebih lama.

Bagaimana cara mengatasi usus buntu saat hamil?

Hal yang paling penting yang bisa dilakukan jika kita mengalami gejala usus buntu pada saat hamil, segera periksakan diri ke dokter.

Tidak ada perawatan atau pengobatan yang bisa kita lakukan di rumah untuk mengatasi penyakit ini ketika kita hamil.

Jika usus buntu saat hamil dibiarkan tanpa penangan yang tepat maka bisa mengakibatkan keguguran dan kelahiran secara prematur.

Apalagi jika kita sudah memasuki masa kehamilan trimester ketiga, atau kehamilan tua.

Usus yang meradang lama kelamaan akan menyebabkan usus yang berlubang, sehingga isi dalam usus yang berisi banyak sekali kuman yang bisa keluar ke dalam rongga perut.

Jika hal ini terjadi, maka akan membahayakan bagi ibu maupun janinnya.

Biasanya dokter akan memberikan antibiotik jika usus buntu yang kita alami masih tahap yang ringan, jika radang sudah memasuki stasus akut, operasi yang akan menjadi satu-satunya jalan yang akan dilakukan dokter.

Jika kita masih di trisemester pertama atau kedua ,dokter cukup melakukan operasi laparoskopi yang hanya melibatkan sayatan kecil di bagian perut kita. Tapi jika kita berada di trimester ketiga, kita akan memerlukan operasi dengan sayatan lebih besar.

Perencanaan operasi saat hamil akan melibatkan dokter kandungan dan juga spesialis anestasi supaya rahim pasien tidak mengalami kontraksi saat operasi berlangsung.

Sekitar 80 persen wanita yang menjalani operasi saat hamil mengalami kontraksi prematur. Walaupun begitu, kita tidak perlu khawatir. Walau mengalami kontraksi prematur ,kebanyakan wanita tidak mengalami persalinan prematur karena kontraksi tersebut.

Ibu yang hamil mengalami usus buntu masih mampu untuk melanjutkan kehamilannya dan melahirkan bayi yang sehat. Jadi, operasi selama kehamilan aman dilakukan, asal kita tanggap dengan kondisi ini.

Oleh karena itu, apabila kita mengeluhkan gejala usus buntu selama kehamilan segera konsultasi ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

ronisafaat Seorang penulis blog, professional photographer dan bussines co-founder. Berkeinginan untuk menjadi bagian dari perkembangan manusia untuk manusia. Keep connected..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *